Rumah Elok.. Sayangnya..

Rumah itu menurutku sangat artistik. Penghuninya sepertinya mempunyai jiwa seni yang cukup kuat, itu nampak dari ornamen maupun asesoris pada bangunan rumahnya yang cukup elok dipandang.

Baca lebih lanjut

Mesin Waktu

Kalau saja ada mesin waktu, aku ingin sekali kembali ke masa itu. Yaa.. masa itu.. masa dimana aku masih kanak-kanak. Masa dimana kedua orangtua ku masih ada, masa dimana paman ku masih sering main ke rumah ayah dan ibu ku diujung timur Jakarta sana, masa dimana tante-tanteku saling bahu membahu disetiap ada hajatan keluarga, dan masa dimana kami anak-anaknya saling bertemu, berkumpul dengan canda tawanya masing-masing.
Baca lebih lanjut

Belajar dari Zainuddin (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck)

Menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah memahami bagaimana perasaan dendam yang menghegemoni dihati Zainuddin terhadap Hayati (perempuan yang sangat dicintainya) merupakan sebuah hal yang naif dan penuh kesia-siaan. Ego yang dilampiaskan oleh sosok Zainuddin terhadap Hayati yang hati dan perasaannya sudah remuk redam oleh Azis (suaminya) semakin dibuat ‘bulan-bulanan’ oleh sikap Zainuddin terhadap Hayati. Pertolongan Zainuddin terhadap Hayati yang bahtera keluarganya sedang mau karam hanyalah sekedar ingin menunjukkan pada Hayati, “Ini lho.. Zainuddin mu yang dahulu. Seorang lelaki yang dianggap hanyalah orang biasa dan tak pantas bersanding dengan bunga Batipuh, seperti apa yang disampaikan dari datuk mamak mu.”
Baca lebih lanjut