Antara Balap Sepeda, Balap Motor dan Balap Mobil

Penayangan lomba balap sepeda di negeri ini mungkin bisa dikatakan belumlah mendapatkan tempatnya bila dibandingkan misalnya dengan lomba balap motor (motogp) ataupun balap mobil (F-1). Alasannya bisa saja dikatakan kalau balap motor/mobil lebih mempunyai nilai jual yang tinggi ketimbang lomba balap sepeda.

kartun(kartunmania.com)

Bila melihat dari tingkat keseruannya sebenarnya lomba balap sepeda tidaklah kalah dengan kedua lomba balap diatas. Malahan penurut penilaian saya, kalau melihat dari hierarki tingkat keseruan dari masing-masing lomba balap ini, balap sepeda ada diperingkat pertama, disusul kemudian oleh balap motor dan terakhir balap mobil (F-1).

Memang saya belum pernah melihat secara langsung jalannya lomba balap sepeda. Namun beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng membuka-buka Youtube untuk melakukan pencarian tentang lomba balap sepeda prestisius “Tour de France”. Dari beberapa video yang menayangkan lomba ini, saya begitu excited dan terpesona dengan jalannya lomba berlangsung. Tidak hanya terpesona dengan suguhan alam nan elok jajaran pegunungan Alpen yang memanjakan mata para penonton, namun juga begitu excited tatkala para pebalap sepeda tersebut saling beradu sprint disaat-saat menjelang garis finish serta saling beradu kekuatan fisik saat berlomba di jalan yang menanjak. Makanya tidak aneh pada lomba balap sepeda seringkali juara dari masing-masing etape seringkali dipegang oleh pebalap yang berbeda. Tidak seperti halnya balap motor/mobil yang juaranya seringkali tidak jauh dari beberapa nama tenar saja. Sebut saja misalnya seperti legenda motogp Michael Doohan, Valentino Rossi yang pernah begitu perkasanya disetiap lomba berlangsung ataupun yang sekarang, seperti Marc Marquez.

Sebaliknya dengan lomba balap mobil F-1 yang kecendrungannya sama, malah boleh dikatakan lebih monoton terutama saat berlangsungnya di sirkuit yang sangat sulit untuk menyalip lawan yang berada didepannya (Sirkuit Monaco). Di sirkuit Monaco, pembalap yang berhasil menempati pole position sangat berpeluang besar memenangkan lomba.

Saya sendiri untuk balap mobil F-1 lebih menikmati jalannya lomba saat turun hujan. Mengingat biasanya saat jalanan basah seperti ini seringkali terjadi insiden-insiden yang diluar dugaan kita. (bukannya saya senang ngeliat pembalap kecelakaan lho.. ) :mrgreen:

Kembali ke balap sepeda, bila dibandingkan dengan balap motor/mobil yang mengandalkan engine yang mumpuni, maka engine dalam balap sepeda yaitu ada didalam diri si pebalap itu sendiri. Semakin seorang pebalap sepeda memiliki powerful lewat fisiknya yang prima, maka semakin kompetitif dia dalam berlomba dengan para pebalap lainnya.

Beberapa ‘kelebihan’ dari seorang pebalap sepeda dalam suatu lomba biasanya mendapat apresiasi berupa julukan yang disandangnya. Sebut saja misalnya seorang pebalap sepeda yang dijuluki sebagai “raja sprint”, ataupun “raja tanjakan”. Inilah sebenarnya yang membuat lomba balap sepeda itu menjadi “hidup” dan menarik karena masing-masing kategori juara mempunyai karakteristiknya tersendiri.

Bagaimana dengan anda? Mau menjadi “raja sprint” atau “raja tanjakan”… atau mungkin “raja makan” ?! hahaha… 😀

Ok.. mau lihat bagaimana serunya lomba balap sepeda, mari kita sama-sama lihat video dibawah ini:

Iklan

12 Comments

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s