From Elba To Montecristo

800px-Tuscan_archipelago

Ada salahsatu pertanyaan yang begitu popular didalam dunia TTS  (Teka-teki Silang) yang boleh jadi anda pernah dan bahkan sering menemukannya. Pertanyaannya sendiri hanya memerlukan 4 huruf (berarti 4 kotak), namun cukup membuat kita yang saat itu minim dengan pengetahuan akan kesulitan untuk mencari jawabannya. Pertanyaannya sendiri adalah seperti ini: Pulau tempat pembuangan Napoleon.

Dulu, sewaktu masih “dibego-begoin” sama TTS, terus terang saja, saya sendiri menyerah dengan pertanyaan tersebut walaupun saat itu  sudah terbantu dengan 1 atau 2 huruf diantaranya. :mrgreen:

Waktu itu saya ingat, sudah ada 2 huruf yaitu ..BA, ini berarti saya harus melengkapi 2 huruf lagi didepannya. Lantas kemudian saya coba simulasikan jawabannya dengan perkiraan-perkiraan yang agak enak dibaca padanan katanya yang berhubungan dengan BA.

Pertama jawaban ALBA, simulasinya mengacu kepada nama salahsatu merk jam tangan yang pernah saya pakai, trus jawaban SABA, mengacu kepada istilah ‘saba kota’ dan yang terakhir LOBA, mengacu pada bahasa Sunda yang berarti banyak. Dari simulasi jawaban diatas ternyata memang tidak ada yang benar alias salah semua. Hanya satu memang yang nyaris benar yaitu ALBA (beda satu huruf doang yah..) 😆 karena jawabannya yang benar adalah ELBA.

Berbicara tentang pulau tempat pembuangan Napoleon sendiri sebenarnya tidak hanya pulau Elba. Namun pulau St Helena yang terletak disebelah barat benua Afrika atau diselatan Samudra Atlantik juga termasuk didalamnya. Napoleon sendiri pernah “nginep” di pulau yang sangat jauh sekali dari tanah kelahirannya ini (Napoleon lahir di pulau Corsica yang letaknya tidak begitu jauh dengan pulau Elba) yaitu sekitar tahun 1816 (Wikipedia).

Kalau melihat dari petanya, pulau Elba merupakan pulau terbesar ketiga di Italia sesudah pulau Sicilia dan pulau Sardinia. Pulau Elba masuk dalam gugusan dari Kepulauan Tuscan yang terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil lainnya.

Dari beberapa pulau kecil yang mengapit pulau Elba diujung utara dan selatannya, ada salahsatu pulau yang cukup melegenda (selain Elba itu sendiri) karena nama pulau ini dijadikan judul novel klasik dari karya Alexandre Dumas yaitu “The Count of Monte Cristo” (1846). Novel klasik dari Alexandre Dumas ini mampu mengimbangi kepopuleran dari novel klasik Dumas sebelumnya, yaitu The Three Musketeer (1844).

Kedua novel klasik tersebut seperti kita ketahui bersama pernah diangkat ke layar lebar. Cuma bagi saya sendiri baru menonton yang “The Count of Monte Cristo” yang dirilis tahun 2002 silam.

Sedikit review tentang film The Count of Monte Cristo, dimana digambarkan didalamnya sosok Edmond Dantes sebagai pelaut muda yang tampan, sukses dan sebentar lagi akan menikahi gadis pujaannya.

Tatkala berlayar menuju Marseilles, kapten kapal yang ditumpangi oleh Dante meninggal dunia dan beruntungnya kemudian, Edmon Dantes dipromosikan menggantikan kapten yang meninggal tersebut untuk menjadi kapten kapal selanjutnya.

Kemujuran yang dialami oleh Dante rupanya membuat rasa iri ketiga rekannya dan salahsatu dari ketiga rekannya itu adalah seseorang yang juga menaruh hati kepada gadis pujaan Dantes.

Singkat cerita, Edmond Dantes diberi tugas untuk mengirimkan paket ke pulau Elba. Namun rupanya ketiga rekannya telah merencanakan niatan jahat yaitu menuduh Dantes adalah loyalis Bonapartis yang sangat berbahaya dan harus segera disingkirkan.

Sesaat sebelum pesta pertunangan dengan gadis pujaannya, Dantes pun ditangkap dan kemudian dijebloskan kedalam penjara.

Demikianlah, penjara gelap kini menemani hari-hari Dantes hingga akhirnya suatu ketika dia mendengarkan bisikan aneh dari balik dinding selnya yang menyebutkan bahwa di pulau Monte Cristo terdapat harta karun yang berlimpah.

Selanjutnya Edmond Dantes pun melarikan diri dari penjara yang mengurungnya dan berhasil menemukan pulau Monte Cristo yang menyimpan banyak harta karun berlimpah.

Sepuluh tahun kemudian, Dantes yang kini dikenal sebagai Count of Monte Cristo yang terhormat, kaya raya dan berkuasa, mulai bersiap untuk melancarkan aksi balas dendamnya kepada orang-orang yang telah membuatnya menderita selama ini…

Iklan

8 Comments

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s