Rumah Gedongan itu Idealnya berapa Orang sih Penghuninya?

image

Generasi jadul ada yang masih ingatkah dengan penggalan lirik lagu “kebangsaan” ini?!

Keluarga Berencana sudah waktunya.. janganlah diragukan lagii

Itulah sepenggal lagu jargon tentang pentingnya mempunyai keluarga kecil yang terdiri dari ayah, bunda dan dua orang anak (saja).

Sebuah jargon di masa ORBA yang rupanya dianggap hanya angin lalu oleh kedua orangtua saya sehingga “dua anak ideal” dirasa tak cukup untuk merepresentasikan wujud dari rasa kasih sayang diantara mereka berdua, dan kemudian bertambahlah empat orang anak yang sekaligus menambah jumlah saudara saya di rumah.

Eksistensi keluarga kecil seperti yang diinginkan didalam program KB jaman dahulu tersebut mungkin ada “benarnya” bila tempat berteduh yakni rumah yang dimiliki bertipe mungil. Namun sangatlah disayangkan (menurut saya lho.. ) bila keluarga kecil menempati rumah yang cukup besar (gedongan) sehingga membiarkan sudut-sudut ruang/lantai membisu tak bersuara. Kalaupun ada suara mungkin itu suara lonceng jam yang seakan memanggil-manggil seluruh penghuni rumah didalamnya. Tentu menyeramkan sekali bukan!

Rumah gedongan itu seharusnya dihuni layaknya keluarga Kevin dalam film Home Alone yang memiliki banyak saudara perempuan maupun lelaki sehingga romansa keriuhan selalu mewarnai didalamnya. Ada teriakan, ada tangisan, ada canda dan tawa yang membuat rumah itu menjadi hidup sehingga suara dentang lonceng jam tersamar dengan segala kegaduhan dari anak-anak manusia yang mewarnainya.

Kesimpulannya: bila anda dari golongan ‘the have’, mempunyai rumah mewah yang besar, dan ingin menciptakan keriuhan yang bersinergi mutualisme, perbanyaklah anak/anggota keluarga di rumah anda. Gimana..? Okehh.. :mrgreen:

Nb: foto diambil dari film Danau Hitam (2014)

Iklan

11 Comments

  1. yang kayanya anaknya sedikit…. yang biasa-baisanya aja…. anaknya lebih banyak…. jadilah ramenya rame plus 😀

    ~~~~~~~~
    Realitanya memang spt itu ya.. apa mmg org gedongan ogah punya anak bnyk kali ya.. gag mo direpotin. 😀

  2. Yah tergantung sih mas, kadang memang ada yang memang suka dengan kesunyian. Kalo saya sih suka yangserua seruan dengan cerita dan tawa sedih dan duka sama sama.

    ~~~~~~~~
    Iya benar.. layaknya profesi seorg penulis mngkin kesunyian adlh sesuatu hal yg disukainya ketimbang suasana yg slalu ‘heboh’

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s