Engkong Amir dan Radio Jadulnya

Siang itu panas begitu teriknya. Nampak disudut rumahnya yang asri hanya dengan berkaos singlet serta sarung lusuhnya, engkong Amir duduk dibale-bale sambil sesekali mengipas tubuhnya  yang sebagian sudah keriput termakan oleh usia.

Sesekali Engkong Amir mengisap rokoknya dalam-dalam. Rokok yang dikonsumsinya merupakan rokok lintingan yang dia racik sendiri. “Aromanya lebih segar dan khas,” katanya. Tak lupa juga kopi hitam turut menemani “ritual” siangnya hari itu.

Dibale-bale tempat engkong Amir menghabiskan waktu istirahatnya ada sebuah radio jadul merk National yang dibelinya dulu di Pasar Mester Jatinegara. Engkong Amir memang pendengar setia radio dan saking setianya, membuat engkong Amir begitu hafal dengan nama-nama stasiun radio yang ada di ibukota. Sebut saja misalnya radio El-Shinta (radio yang selalu memberitakan kejadian/peristiwa yang terjadi di tanah air selama 24 jam), radio Prambors (yang ini dulunya engkong suka ama acara Catatan Si Boy… gilee si engkong gaul nih 😆 :mrgreen:), radio Pass FM (radionya para bisnismen muda.. ceritanya kan engkong Amir juragan angkot, jadi banyak ilmu wirausaha yang diserap lewat radio ini), Kiss FM, Kamajaya, Bahana, Delta FM, RRI Pro 2 hingga Lite FM, semuanya sudah pernah disinggahinya dan tentu salah satunya ada yang menjadi favoritnya.

Siang itu, bosan dengan acara diskusi tentang kans Jokowi dan Dahlan Iskan dalam Pilpres 2014 mendatang, engkong Amir memutar knop tuning radio jadulnya untuk beralih ke stasiun radio yang memperdengarkan lagu-lagu pop Indonesia. Kebetulan memang engkong Amir suka juga dengan lagu-lagu pop Indonesia apalagi sejak acara X-Factor membooming dan melahirkan komunitas fanitinistic… makanya tak aneh bila papasan ama cucunya yang amat mengidolakan FSL (Fatin Shidqia Lubis), engkong Amir suka berucap, “salam fooayah.. !” (intonasi engkong-engkong) 😆

Perburuan engkong Amir mencari lagu pop Indonesia akhirnya terhenti di radio Pro 2 FM karena tanpa sengaja engkong Amir mendengarkan alunan lembut “Sampai Akhir Waktu” nya Yovie n Nuno yang merupakan salah satu lagu yang disukainya. Mendengar lagu melankolis ini membuat engkong Amir teringat akan bidadarinya yang masih asyik bikin dodol betawi, pesanan dari tetangganya yang mau hajatan sunatan anaknya.

Siti Nurhaliza, begitulah nama lengkap bidadarinya yang sekarang lebih sering dipanggil mpok Siti. Mpok Siti dulunya adalah kembang desa sekaligus kembang di sekolahan dimana engkong Amir sama-sama menimba ilmu dengannya. Seorang gadis manis yang cerdas namun pemalu yang terkadang sering digoda oleh kawan-kawannya.

Engkong Amir adalah salah satu kawan lelaki yang suka menggodanya terlebih engkong Amir adalalh seorang yang humoris sehingga tak jarang membuat mpok Siti menjadi terhibur dibuatnya.

Engkong Amir kembali tersenyum sendiri mendengar lagu Yovie ini. Sepertinya engkong Amir sedang menikmati memori masa mudanya. Engkong Amir bersyukur karena rasa cintanya tak pernah lekang ditelan jaman kepada mpok Siti.

*****

“Neng, dodol betawinya sisain buat abang yah.. !”

Iklan

11 Comments

  1. Ping balik: Bukan Penonton Konser | capung2

  2. si engkong penggemar lagu lagu yovi ya,kapan hari juga lagunya yovie yang dipilih 😀

    asyyek banged dah kong lagunya muda banget meski tubuh sudah senja,semangat tetep mude ye kong :mrgreen:

    salam buat nenek siti ye kong ,salutdah masih pada bisa makan dodol meski gigi uda pade ilang atu atu 🙂

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s