SU GBK

220px-Gelora_Bung_KarnoKong Amir menatap dengan seksama bangunan megah yang berdiri dihadapannya. Bangunan yang merupakan simbol dari kemajuan suatu bangsa yang baru merangkak dari perjuangan dalam mencapai kemerdekaan yang hakiki dari rezim kolonialisme dan imperialisme.

Ingatan kong Amir kembali ke masa dimana awal dari berdirinya bangunan ini. Bangunan nan megah yang bernama Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan proyek prestisius dijamannya yang kebetulan dibangun untuk perhelatan Asian Games 1962 di Jakarta.

Bila melihat tahun pembuatan stadion ini (pertengahan tahun 1958) mungkin kita akan berdecak kagum dengan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan SU GBK terutama sekali masa kepemimpinan dari presiden pertama RI, yaitu Ir. Soekarno, seorang pemimpin yang dimasanya begitu dipuja oleh rakyatnya dan begitu disegani oleh bangsa-bangsa lainnya karena ketegasan serta keberaniannya dalam menentang imperialisme dunia barat terhadap negara-negara dikawasan Asia dan Afrika.

Tidak heran dengan sikap penentangan Soekarno terhadap dunia barat (baca : Amerika Serikat) membuat pemimpin kita ini lebih condong merapat ke negara Uni Soviet sehingga nantinya berimbas kepada pemberian kredit lunak oleh Uni Soviet kepada RI untuk pembangunan Gelora Bung Karno pada masa itu.

Pembangunan SU GBK sendiri terbilang sukses dimasanya mengingat keadaan negri kita saat itu belum normal sebagai bangsa yang belum lama merdeka karena begitu banyak intrik-intrik politik dalam usaha penggulingan kekuasaan terhadap kepemimpinan Soekarno.

Coba dikomparasikan dengan era sekarang yang tentunya boleh dikatakan negara dalam keadaan normal namun karena diisi oleh berbagai kepentingan pribadi serta golongan banyak pembangunan infrastruktur olahraga yang dikorupsi hingga akhirnya menjadi bangunan megah yang matisuri seperti contohnya mega proyek Hambalang yang sekarang terkatung-katung penyelesaiannya dan cenderung terhenti karena AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) nya yang terabaikan didalamnya.

Kong Amir masih tertegun mengamati setiap sudut dari stadion kebanggaan negri ini. Ditempat inilah baginya ruh nasionalisme dari setiap anak bangsa yang mencintai timnas terpanggil dengan sendirinya dan menjadi ikatan persaudaraan multi etnik yang begitu kuat dan sinergis satu sama lainnya dalam satu waktu.

Seharusnya pemimpin di era sekarang malu dengan “kewibawaan” SU GBK hingga saat ini. Inilah satu-satunya stadion terbesar di negri ini yang sudah berstandar internasional serta usianya yang melewati setengah abad. Memang sudah ada beberapa stadion baru yang dibangun dibeberapa daerah di nusantara yang cukup representatif seperti Stadion Jakabaring di Palembang maupun Stadion Jalak Harupat di Soreang, Bandung. Namun stadion-stadion tersebut diatas, kelasnya masih jauh dengan SU GBK di Jakarta.

Tak cukup mampukah pemimpin di era sekarang membangun stadion baru sekelas SU GBK ?! Rasa-rasanya tidak percaya ya kalau tidak mampu terlebih dengan para koruptor yang merampas uang rakyat yang nominalnya milyaran atau bahkan triliunan. Kalau saja uang para koruptor dikumpulkan di negri ini, jangankan sekelas GBK, stadion sekelas Camp Nou, Emirates, Santiago Bernabeu, San Siro, Allianz Arena ataupun Wembley, negri ini mampu membuatnya.

SU GBK kini kapasitasnya berjumlah 88.083 penonton setelah mengalami renovasi di tahun 2007 silam yaitu tatkala negri ini dipercaya sebagai tuan rumah Piala Asia. Sebelum direnovasi stadion ini bisa menampung jumlah penonton diatas 100 ribu lebih.

Nanti malam di stadion ini, asa para penggila bola ditanah air akan ditumpahkan kepada “Young Guns” Timnas Garuda U-19 asuhan coach Indra Sjafrie yang akan menantang tim kuat sekaligus juara bertahan Korea Selatan untuk memastikan lolos otomatis ke putaran final Piala Asia U-19 yang akan diadakan di Myanmar.

Mudah-mudahan apa yang sempat diungkapkan oleh coach Indra lewat media yang mengatakan, “Ingin memberikan kebahagiaan buat bangsa ini” akan terwujud nanti malam lewat persembahan kemenangan anak-anak timnas atas Korsel.

*****

“Bang.. kok melamun ! Ini bubur ayamnya udah dingin,” kata mpok Siti tiba-tiba memecahkan lamunannya.

Neng.. nanti malem kita kesini lagi yuk ! Kita nonton final antara timnas U-19 lawan Korsel,” jawab kong Amir kemudian.

“Nggak ahh Bang.. Neng takut timnas kalah ama Korsel.. pan Korsel juara bertahan dalam turnamen ini, lagi pula kalo timnas kalah, Abang suka ngediemin Eneng.. 😆 😆 🙄 🙄 :mrgreen: :mrgreen:

Selamat berjuang Timnas…! Doa kami selalu menyertai setiap perjuanganmu dilapangan hijau ! 😉

Sumber dan gambar : http://id.wikipedia.org/wiki/

Iklan

18 Comments

  1. kong amir saya pernah ada di ribuan penonton loh waktu nonton bola dan pembukaan seagames..
    itu sangat seru dan moment yang tak terlupakan berada di gbk 🙂

    dan u 19 bermainlah dengan gemilang apapun hasilnya kalian telah melakukan yang terbaik

    dimas..go..go..!!

    **kong amir ntar nobar yee,dirumah masing masing 😀

    • Sya jga pernah merasakan sensasi yang lain saat berada didalam GBK.. namun kebiasaan sya sejak dlu, 10 menit pertandingan akan usai, sya biasanya udah keluar dr GBK biar gag kejebak crowded pas bubarannya..

      favorit sya di timnas adalah kipernya mb wi3nd, Ravi Murdjianto.

      asyiik nobar sma mb wi3nd.. yg satu disana, yg satu disini… wkwkwk

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s