Gaya Berenang

cartoon-boy-swimming-underwater-smallSuka banget dulu membaca komik jadul “Deni Manusia Ikan” yang jago berenang itu. Sebuah komik yang mengkisahkan seorang Deni yang sedang berusaha untuk mencari kedua orangtua kandungnya. Tak mudah memang buat Deni untuk mencari kedua orangtuanya (settingannya memang dibuat seperti itu oleh pengarangnya) sehingga para pembacanya dibuat penasaran dengan ending dari kisah “Deni Manusia Ikan” ini.

Melanglang buana dengan menghabiskan waktu sebagian besarnya di air (lautan), Deni berenang tak mengenal lelah dan tak mengenal putus asa walau penderitaan yang mengancam jiwanya kerap menimpanya.

Membaca komik ini ingin rasanya bisa jago berenang seperti halnya si “flying fish” Michael Pelps si pendulang medali emas dalam beberapa Olimpiade yang kini menempatkan dirinya sejajar (bahkan diatasnya) dengan legenda asal AS, Mark Spitz.

Mark Spitz perenang asal AS yang saat itu rekornya belum terpecahkan dengan 7 medali emasnya dalam satu kali penyelenggaraan Olimpiade (Munich 1972) akhirnya berhasil dipecahkan oleh “flying fish” Michael Pelps dengan 8 medali emasnya pada Olimpiade Beijing 2008. Dan 5 medali emas Phelps didapat dari nomor individunya! Fantastis!!! 😎

Sekarang bagaimana halnya dengan gaya berenang si penulis? Cukuplah dibilang yang standar (rata-rata) aja, asal ngga tenggelem dan bikin suasana histeris kaum hawa saat di kolam renang. Malu juga rasanya dari SD, SMP, hingga SMA ikutan belajar berenang (terpaksa diancam guru olahraga karena kalo nggak ikut, ngga dapat nilai olahraga diraportnya..), bisanya cuma itu-itu aja gayanya, yaitu gaya bebas (sebebas-bebasnya) yang cenderung ngga teratur gerakannya (suka nabrak-nabrak wanita didepannya.. hmm..ini mah sengaja euyy 😆 ), dan gaya meluncur (kearah wanita lagi…hahaha :mrgreen: )

Ada beberapa kolam renang di Jakarta yang waktu itu dijadikan tempat untuk belajar berenang, sewaktu SD di “Youth Centre” (di kompleks gelanggang olahraga Jakarta Timur), SMP didekat Velodrome Rawamangun (didepan Arion dulunya, sekarang Arion udah ganti nama) dan SMA di Bujana Tirta (daerah Pisangan kesana).

Dari ketiga tempat renang diatas, bagi penulis sendiri yang pertamalah yang sangat berkesan. Wajar memang karena usia SD yang masih kanak-kanak jadi belajar berenangnya masih sering diisi dengan acara main-main. Dari main ciprat-cipratan air, adu lama tenggelem (tenggelem beneran lagi.. ), serta pipis diam-diam (sementara kawannya sedang menyelam didepannya). Khusus yang terakhir jangan ditiru yah.. walau anda sudah dewasa sekalipun.. 😉

sumber gambar

Iklan

14 Comments

  1. Dulu saya juga suka baca serinya Deni manusia ikan 😀 masih ada ga ya di pasar loak majalah2nya, atau mungkin ada versi internetnya, cari ahh .

    Jaman SMP saya renang di TIM pernah di Gelanggang renang senen ampunn deh airnya coklat 😦 .

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s