Guru Bahasa Inggrisku

Lady Diana SpencerGood morning student...!” Itulah sapaan pembuka yang biasa terlontar dari bibir tipis guru Bahasa Inggrisku waktu SMP. Biasa menggunakan rok span selutut serta rambut ala potongan Lady Diana, nampak anggun dan cantik sekali. Lebih pantas rasanya guru ku ini berjalan diatas catwalk seperti halnya model dunia Naomi Campbel dibanding harus menyusuri lorong-lorong kelas di sebuah sekolah.

Aku masih ingat sekali nama depannya, Lia. Yaa… Bu Lia! Begitulah biasa kami memanggilnya di sekolah. Sayang nama belakangnya aku sudah lupa ( yang pastinya bukan Lia Aminuddin ya…seorang pemimpin sekte sesat ). :mrgreen:

Buat aku sendiri, bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang aku sukai. Terlebih lagi saat itu, aku sedang suka-sukanya mendengarkan lagu barat. Sukanya aku dengan lagu barat tak lepas dari “virus” anak pamanku yang tentunya sebaya denganku yang rumahnya biasa kukunjungi setiap minggunya. Makanya dibilang bodoh-bodoh amat sama pelajaran bahasa Inggris, ngga juga ya… malahan nilaiku untuk pelajaran ini, baik di smp/sma mendapat nilai diatas rata-rata padahal aku ngga dibantu sama kursus lho seperti kawan-kawanku yang lainnya. Aku dulunya hanya bermodal suka mendengarkan lagu-lagu barat terus rajin buka-buka kamus ditambah sama rajin membahas soal-soal bahasa Inggris tahun-tahun sebelumnya.

Pernah suatu saat, aku mendapat sahabat dunia maya yang tinggal di benua biru sana. Sempat aku memberanikan diri menyapanya di imel ( tentunya dengan berbekal bahasa Inggris yang pas-pasan atau bolehlah dikatakan minus ๐Ÿ˜† ). Benar saja dugaanku, kata kawanku ini, grammar kamu banyak yang salah. Oalah... tengsin gua ! Tetapi aku tetap senang karena kawanku mengerti apa maksud dari tulisanku. ๐Ÿ˜†

Ada lagi pengalaman yang menggelikan berkaitan dengan bahasa Inggris ini. Saat itu perkuliahan geopolitik, tiba-tiba dosenku menyuruhku membaca sebuah artikel yang tulisannya semua dalam bahasa Inggris. Aku tak menyangka setelah selesai aku membaca, dosenku memberikan pujian buatku. Menurutnya pronounciation-ku cukup bagus. Hmm… masak seh… ciyus miapah..

Sejujurnya dalam bahasa Inggris, aku memang lemah di writing begitu pula di conversation hanya sedikit bisa di reading-nya mungkin kegemaranku sejak SMP dulu yang suka musik-musik barat yang sedikit banyak membantuku.

Ahh…Bu Lia, kalau saja ibu punya blog mungkin sudah aku sapa Ibu disana dan pastinya sapaan dalam bahasa Inggris tentunya. Aku ingin bilang, “It’s me, your ex student long time ago... ( benar gag sich tulisannya ๐Ÿ˜† )

The last…this is song for you and your husband. I hope you like it ! …”The Gift” by Martina Mcbride & Jim Brickman ๐Ÿ˜‰

sumber gbr : nitatrismaya.blogspot.com

Iklan

31 Comments

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s