Pohon Jambu Air (Part One)

Ini adalah kali kedua dimana pohon jambu air yang tumbuh di gerbang depan rumah saya berbuah. Cukup membuat senang dihati karena saat pertama kali berbuah dulu, mengalami kegagalan yang cukup menyesakkan hati. Bagaimana tidak menyesakkan hati, coba saja bayangkan, disaat hati kita begitu senangnya melihat ‘pentil-pentil’ buah jambu yang begitu banyak menggelayut manja diranting-ranting kecilnya, entah karena sebab apa setiap harinya pentil-pentil buah jambu itu berguguran secara premature hingga tak menyisakan lagi barang se-pentil pun, tanpa kuasa saya menahannya.

Foto-0002_e1

Dikala menyapu sampahan bekas pentil-pentil jambu tersebut, saya sempat berujar dalam hati, “Mungkin pentil-pentil buah jambu ini sedang bersujud massal kepada Rabb Sang Pencipta-Nya sebagai rasa terimakasihnya atas segala karunia-Nya.”

Pohon jambu air yang ada didepan rumah saya ini sebenarnya adalah pemberian dari tukang yang dulunya  pernah membangun rumah kecil saya. Mengingat rumah kecil saya dan lingkungan sekitarnya yang masih agak perawan dari dunia flora akhirnya saya menanyakan kepada tukang saya ini, apakah dirumahnya punya pohon jambu air, kalau ada saya minta walaupun sekiranya pohon itu masih kecil adanya. Alhamdulillah, keesokan harinya pohon jambu air yang masih kecil itu pun dibawa oleh tukang saya ini dan langsung ditanamnya ditempat yang sesuai dengan keinginan saya.

Kalau melihat catatan yang saya tulis (saya biasa menuliskan sesuatu hal sebagai suatu ingatan dikemudian hari), pohon jambu air ini sudah berumur 4 tahun lebih. Ingat sekali rasanya, dahulu tingginya saat ditanam masih dibawah pagar depan rumah. Namun sekarang, setelah mengalami pertumbuhannya, pohon jambu air saya sudah mencapai ketinggian seatap rumah.

Sejak belum menikah saya memang berangan-angan bila mempunyai rumah kecil kelak, di halaman depan rumah saya harus tertanam pohon yang nantinya dapat dimanfaatkan hasilnya (berbuah). Alangkah ideal rasanya bila kita mendapatkan kesejukan lewat tanaman pohon yang kita tanam dan sekaligus juga disana kita mendapatkan hasilnya.

Dan menjadi kesempurnaan buat kita sebagai makhluk sosial, dari hasil panenan buah jambu ini, kita bisa berbagi kepada yang lainnya, yang berada dekat dengan lingkungan tempat kita tinggal.

(Bersambung part 2 kalo ada mood-nya..) :mrgreen:

Iklan

23 Comments

  1. Rumah ada pohonnya memang menyejukkan. Apalagi kita tahu sejarahnya. Depan rumah saya ada pohon mangga. Saya menanam 15 tahun yang lalu dan tingginya sudah dua kali tinggi rumah. Tiap kali panen selalu teringat waktu tanam. Kira2 tinggi masih 50 m. Memang ajaib alam ini. 🙂

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s