Eloknya Bunga Kupu-kupu

image

Sudah agak lupa rasanya kapan persisnya aku membeli bunga kupu-kupu yang elok nian dipandangnya ini. Yang aku ingat hanyalah lokasi dimana tanaman hias ini kubeli yakni di kota Bogor atau tepatnya di jalan Ahmad Yani. Saat itu aku ditemani oleh istri, kebetulan memang dia yang punya hajat mencari tanaman hias untuk dipajang di rumah kecilku.

Dapat hibahan beberapa tanaman hias dari mertuaku memang sontak memunculkan euforia baru terhadap tanaman hias, dimana kami (terutama istri) sekarang mulai hobby dengan tanaman hias yang beraneka ragam kembang dan bunganya tersebut.

Hibahan beberapa tanaman hias dari mertua ku dilatarbelakangi oleh isu semakin santernya bila rumah yang masih dihuni sekarang akan diambil alih oleh negara, Makanya untuk menjaga-jaga suatu saat rumah itu akan diambil, beberapa tanaman hias yang ada disana pun lantas dieksodus ke rumah mungil ku.

Kini rumah ku mulai semarak dengan adanya aneka tanaman hias yang salahsatu diantaranya adalah bunga kupu-kupu dengan warna ungunya serta bunga putih yang kerap mekar layaknya bunga anggrek.

Sempat mengamati ‘kebiasaan’ dari bunga kupu-kupu ini dimana bunga putihnya yang elok akan mekar memamerkan keanggunannya selepas pagi hari atau sekitar jam 9-an keatas atau saat dimana matahari sedang hangat-hangatnya. Sementara menjelang senja, bunga putihnya yang laksana bunga anggrek tersebut akan redup kembali menutup keanggunannya untuk sementara waktu.

Kebiasaan bunga putihnya yang mekar dan meredup sepertinya tak jauh berbeda dengan geliat daunnya yang seperti kupu-kupu, dimana pada malam hari daunnya akan meringkuk dan baru pada pagi harinya daunnya akan membuka seakan ingin melayang seperti kupu-kupu yang sedang menari, menghisap sari-sari bunga yang ada didekatnya.

Tangkai daun bunga kupu-kupu yang lunak dan memanjang, kerap mudah terombang-ambing bila terhembus angin kencang dan akibatnya akan mudah rebah dan bisa saja patah akhirnya.

Hujan deras yang bila langsung menghunjam tangkai daunnya juga bisa membuat ‘lengan-lengan halus’ itu merebah, makanya bila hujan turun cukup deras, sebaiknya memang bunga kupu-kupu tersebut dipindahkan dahulu ketempat yang aman.

Bila satu dan lain hal tangkai daunnya terlihat patah, jangan bersedih dulu. Coba saja potong (dengan menggunakan silet tajam) tangkai daunnya tersebut lalu rendam beberapa menit (kaki tangkainya) dengan air untuk kemudian selanjutnya ditanam kembali ditanah gembur yang lembab.

image

Pada foto diatas adalah hasil pemotongan pada tangkai daun yang sebelumnya patah. Memang belum bisa dikatakan berhasil karena baru tiga hari ini terlihat. Namun yang membuat ku senang dimana daunnya terlihat cukup segar dan tidak layu, pertanda ada proses pertumbuhan yang cukup baik didalamnya. Mudah-mudahan aja ya ngga wassalam bunganya.

Melihat tangkai daun dari bunga kupu-kupu ini yang ‘lemah gemulai’ maka disaat proses penyiramannya harus dengan rinaian air layaknya hujan gerimis. Jadi sebaiknya hindari menyiram dengan air yang seperti tumpah begitu saja. Aku sendiri bila proses penyiraman berlangsung, kerap merangkul (menyatukan) tangkai-tangkai daun terdekatnya sembari membasahi daun hingga tangkainya kebawah secara merata.

Tanaman adalah makhluk hidup yang layaknya manusia harus dirawat dan disentuh dengan cara-cara yang halus dan baik. Bila tanaman diperlakukan dengan selayaknya, sinergitas pun nantinya akan terlihat dengan indah, yakni bunga-bunga indah yang bermekaran, sedap dipandang oleh mata yang melihatnya. Inilah mungkin yang boleh dikatakan salahsatu bentuk dari terapi mata.

Nb: Maaf.. pengambilan fotonya saat bunganya belum mekar.. Mungkin dia lelah 😆 😆

Iklan

1 Comment

  1. Ping balik: Senyuman di Pagi Hari | capung2

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s