King of The Mountains

Kalau ditanya perihal siapakah raja hutan, pastinya kita serentak akan menjawab “macan gondrong” alias singa. Namun bagaimana bila ada pertanyaan, siapakah “king of the mountains?

0915324-tour-de-singkarak-2013-etape-2-620X310Istilah “king of the mountains” sebenarnya hanyalah gaya bahasa dari awak media olahraga yang saat ini sedang meliput lomba balap sepeda TdS 2013.

King of the mountains” bisa kita asosiasikan sebagai “raja tanjakan“, suatu julukan yang diberikan pada seorang pebalap sepeda yang begitu mendominasi di etape-etape yang race-nya penuh dengan tanjakan. Mungkin kita masih ingat dengan pebalap sepeda nasional kita –Tonton Susanto– yang pernah dijuluki raja tanjakan Indonesia karena superioritasnya dalam mengayuh sepeda ditrek yang menanjak.

Bila anda biasa bersepeda di kota Jakarta tentunya anda akan dimanja dengan kontur jalan yang datar-datar saja alias rata. Sangatlah berbeda dengan kontur jalan yang ada di Sumatra Barat atau tempat tinggal saya sekarang, yaitu Bogor. Jalan yang naik-turun tentunya penuh dengan tantangan dan pastinya mengasyikkan. Mengasyikkannya ya tentunya pas turunan itu lho.…cuma saat nanjaknya harus berpayah-payah dahulu :mrgreen: Bila sudah terbiasa dengan jalan yang naik turun sepertinya anda tidak akan kesulitan mengayuh sepeda dengan speed yang konstan dijalan yang mendatar atau rata seperti yang saya pernah rasakan di Jakarta dulu.

Jalan yang menanjak seperti di TdS 2013 ini, memang sangat membutuhkan fisik yang prima, kecerdasan dalam memainkan strategi serta tentunya tekhnik bersepeda yang mumpuni. Semua itu dibutuhkan karena sedikit saja kecerobohan bukan mustahil akan membahayakan diri si pebalap atau juga pebalap lainnya. Ini seperti kejadian disalahsatu etape TdS 2013, dimana salah satu pebalap ada yang mengalami dislokasi bahu akibat terjatuh dari sepedanya saat lomba berlangsung. Ini sangat mengerikan tentunya.

Kecelakaan yang dialami oleh para pebalap sepeda sebenarnya lebih mengkhawatirkan ketimbang pembalap motor karena asesoris pengaman bagi pebalap sepeda bersifat “itu-itu saja” seperti helm sepeda misalnya. Walau memang pada dasarnya speed sepeda tidak sebanding dengan motor namun pada kenyataannya kecelakaan pada sepeda bisa juga berakibat fatal.

Untuk update-an sebagai “king of the mountains” atau raja tanjakan dalam TdS 2013 ini sementara dipegang oleh pebalap Johan Coenen asal dari negara Luxemburg.

sumber gambar : olahraga.kompas.com

Iklan

19 Comments

  1. tonton sutanto sekarang sudah pensiun ya mas , itu kalau gak salah pembalat dari wismilak cycling team yang sekarang sudah buyar. sekarang di gantikan oleh hari fitrianto dari polygon sweet nice surabaya, maaf kalau salah

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s