Yukk… Kita Ke Kuburan !

“Oom… botol airnya Oom.. !”

“Oom… botol airnya Oom.. !”

Beberapa kali bocah-bocah kecil menawarkan botol air mineral ketika kami baru saja sampai disebuah area pemakaman yang ada disalahsatu sudut kota Jakarta. Botol-botol air mineral yang ukurannya ada yang besar (1500 ml) dan sedang (600 ml) memang sengaja ditawarkan oleh bocah-bocah yang kemungkinan besar memang warga disekitar pemakaman itu berada. Airnya… tentulah air mentah karena peruntukkannya memang untuk membasahi pusara sehabis peziarah memberikan doanya.

“Coba.. coba awas dulu yaa dek… tolong awas dulu! Kakak mau ambil 3 botol air mineral yang besar saja… kan Kakak bukan mau mandi dikuburan, jadi cukup 3 botol saja, Ok?! Tuh lihat disana tuh, ada pak haji baru turun dari mobilnya, pastinya dia mau berziarah juga seperti kakak. Sebagian kesana ya !” pintaku sambil sedikit bercanda dengan bocah-bocah polos ini.

foto20110730105600-news

Setiap tahun terutama menjelang ramadhan, keadaan di tempat pemakaman umum memang lain dari biasanya, lebih ramai oleh hiruk pikuk orang-orang yang ingin berziarah.  Banyak mungkin kita lihat sebelum masuk kedalam area pemakaman, orang-orang yang menjual bunga-bunga (entah bunga apa itu namanya) yang nantinya akan ditaburkan diatas pusara orang yang dicintainya.

Menyinggung tentang keberadaan bocah-bocah kecil tadi yang menawarkan botol-botol airnya, sebenarnya agak mengurangi kenyamanan buat peziarah. Bagaimana kita nyaman, kalau baru datang (belum jongkok lho… 😆 ) tuh bocah-bocah sudah mengerumuni kita sambil merajuk agar botol airnya bisa dibeli oleh kita. Tapi namanya juga bocah, kita yang lebih senior tentunya juga harus punya kiat bagaimana meredam keagresifan mereka dalam menawarkan jasanya.

Selain bocah-bocah diatas yang menawarkan botol-botol airnya, ada juga bocah yang menawarkan jasa payung kepada peziarah. Lumayanlah untuk hal yang satu ini, saya benar-benar diuntungkan karena cuaca yang sudah cukup panas saat itu.

Berziarah tentunya suatu aktivitas ruhiyah yang tidak dilarang oleh agama Islam sejauh kita mengetahui tatacara didalamnya, dimana kita tidak boleh meminta didepan makam/kuburan kepada orang yang telah meninggal tersebut. Sebaliknyalah kitalah yang wajib mendoakan orang yang telah terbujur kaku didalam tanah ini agar terbebas dari siksaan yang mungkin dialami di alam kuburnya.

Buat para pengunjung setia blog capung2, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya bila ada tulisan atau komentar yang kurang patut berkenan dihati sobat-sobat semuanya. Mari kita menyambut  Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini dengan hati yang bersih… aamiin !

MAAFIN YEE… MAU PUASA NIH 🙂

sumber gambar : foto.inilah.com

Iklan

26 Comments

  1. nyadran rituil setiap menjelang ramadhan..

    aku belum pernah,tapi selalu melihat dan mengalami kemacetan karna jalur yang di lalui dekat makam umum…

    dan boca bocah itu mengais rejekinya mas, hanya saja caranya itu ..

    slamat menyambut syahru ramadhan yaa 🙂

    • nyadran itu bhs jawa ya mb..

      memang bgtlah keadaannya, tpu2 yg lokasinya berada tdk jauh dari jalan raya sering membuat kemacetan, seperti di tpu prumpung atau tpu karet dekat benhil…

      keberadaan anak2 kecil yg menawarkan jasanya mmg hal yg sdh biasa ditempat yg namanya tpu..

      met shaum ya !

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s