Pilih Kereta Api (Kalau Saya lho.. )

1280px-Gornergrat_railway

Jalur kereta api Gornergrat yang berada di pegunungan Alpen ini merupakan salahsatu jalur kereta api tertinggi di dunia. (Courtesy photo: Wikipedia)

Kalau disuruh memilih saat ingin bepergian jauh (misalnya masih dalam pulau Jawa), apakah memilih angkutan darat atau udara, pastinya saya akan memilih angkutan darat, yaitu kereta api. Saya memang akan memilih kereta api bukan bus karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya saja dari segi kenyamanan dan juga keselamatan selama diperjalanan. Kenapa tidak pesawat terbang saja yang lebih cepat sampainya? Terus terang saja, saya agak takut kalau naik pesawat terbang. Saya takut pesawatnya jatuh dan saya tidak selamat didalamnya alias dead. 😆

Ketakutan saya akan pesawat terbang mungkin agak lebay terdengarnya. Masih ingat rasanya dengan tokoh Murdock dalam TV Series “The A Team” yang pernah ditayangkan di tv nasional kita beberapa tahun silam yang menggambarkan sosok Murdock yang selalu “dikemplang” dulu hingga pingsan agar mau dinaikkan dalam pesawat terbang. :mrgreen:

Gambaran tokoh Murdock diatas mungkin seperti itulah saya. Inginnya tuh saat naik pesawat terbang saya tidak sadarkan diri alias sudah tertidur dan bangun-bangun ketika pesawat sudah landing dilandasan pacunya.

Kembali ke soal angkutan kereta api yang sangat saya sukai. Para penyuka angkutan massal ini tentunya setuju kalau naik kereta api itu tidak membosankan seperti halnya angkutan bus yang cenderung memaksa penumpangnya untuk selalu duduk manis ditempat duduknya, tanpa bisa melakukan aktivitas apa-apa. Kalau pun ada aktivitas yang bisa dilakukan, mungkin mendengarkan musik lewat sebuah headset yang terpasang dikedua daun telinga anda.

Sementara itu aktivitas membaca didalam bus, menurut saya bisa mengakibatkan rasa pusing dikepala kita karena goncangan yang ditimbulkan bus saat berjalan lebih besar dibandingkan dengan kereta api. Belum lagi bila sang supir membawa bus tersebut dengan agak ugal-ugalan. Sebaliknya bila didalam kereta aktivitas membaca bisa dilakukan dengan lebih nyaman karena goncangannya pun tidak sebesar goncangan di bus. Namun kalau pun ada diantara kawan blogger yang merasa nyaman saat membaca didalam bus, saya angkat topi deh. Tapi saya sangsi apakah anda cukup kuat, membaca dalam rentang waktu yang cukup panjang didalam bus tersebut.

Iklan

2 Comments

  1. saya pernah naik kereta untuk jarak jauh. berangkatnya malam, jadi nggak bisa lihat apa-apa dari jendela 😀

    oh iya… tokoh yang dimaksud di atas itu seingat saya bukan murdock namanya…. tapi BA yang diperankan Mr. T. tinggi besar tpi takut terbang, jadi harus dibikin tidur dulu kalau naik pesawat. sementara si murdock sendiri adalah pilotnya

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s