Al Jumuah Pak Nasir

Lagi-lagi Pak Nasir yang menjadi imam sholat Shubuh di pagi itu. Posisi dia memang tak bisa tergantikan oleh yang lainnya. Sejujurnya aku menginginkan salahsatu barisan putih-putih yang berada dibarisan depannya bisa maju menjadi imam sehingga ada sedikit variasi dari lantunan ayat yang dibacakannya. Tapi sudahlah, aku toh kini sudah terbiasa dengan lantunan ayat yang keluar dari mulutnya Pak Nasir.

Shubuh itu Pak Nasir kulihat mengenakan baju koko warna krem. Sama seperti warna rompi ku yang belum lama kubeli dari toko online. Tumben kali ini baju koko Pak Nasir berlengan pendek padahal terpaan hawa pendingin didepan mimbarnya cukup membuat badan menggereges kedinginan. Tapi aku lupa bahwa otoritas kuasa berada ditangannya sehingga kapan pun Pak Nasir bisa saja mematikan ac yang berada didepannya itu. Dan benar dia melakukannya sesaat sebelum sholat Shubuh itu dimulai.

Hanya tiga shaf Shubuh pagi itu, jumlah shaf yang memang seperti biasa terlihat pada hari-hari sebelumnya. Kalaupun bertambah, palingan hanya satu barisan lagi dibelakangnya.

Sayang memang tak banyak jamaah sholat Shubuhnya, padahal kalau saja orang-orang tahu keistimewaan dari sholat menjelang fajar ini niscaya mereka akan berbondong-bondong merangkak ke rumah Rabb, rumah yang sejatinya merupakan rumah abadi mereka di yaumil akhir nanti.

Aku masih mendengarkan lantunan ayat dari mulut Pak Nasir. Sepertinya bacaan yang tak asing lagi ditelingaku karena ayat ini memang salahsatu bacaan favoritnya dari sang imam. Surat Al Jumuah yang berjumlah 11 ayat itu dipenggalnya dalam dua bagian. Pada rakaat pertama Pak Nasir membacanya dari ayat 1-8 dan sisanya diselesaikan pada rakaat keduanya. Surat yang sangat bagus dan dibacakan pada hari yang teramat agung bagi sekalian umat Muslim dimana pun mereka berada.

JazakaAllah khairan.. Pak Nasir !

***
Gambar dari Google