Sebuah Kursi

Sebuah kursi dari bahan plastik selalu berada disudut sana, dibarisan depan sebuah mesjid. Seorang bapak tua dengan tongkat setia yang menopang tubuhnya dalam berjalan, dialah “pemilik” kursi plastik itu.

Bapak tua itu kerap diantar oleh anaknya untuk bisa sampai kedalam mesjid. Sementara rumahnya sendiri berada tak begitu jauh dari mesjid, hanya dipisahkan oleh jalan raya yang berada didepannya. Rumahnya persis berada didepan jalan itu. Aku pernah melihatnya saat bapak tua ini keluar sambil dipapah oleh anak lelakinya.

Bapak tua itu sering membuatku merenung akan nikmatnya kesehatan didalam diri ini. Kesehatan yang tak ternilai harganya karena dengan kesehatan seseorang dapat melakukan apa pun aktivitas yang ingin dilakukannya, termasuk dalam hal beribadah tentunya.

Sebuah kursi plastik itu masih disana, disudut didepan sebuah mesjid. Namun kali ini aku tak melihat bapak tua itu berada di kursi itu. Kursi plastik itu sudah dipindahkan oleh marbot mesjid. Aku hanya bisa berdoa dan berharap bapak tua itu tak apa-apa…

Iklan

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s