Simfoni Jangkrik

Jangkrik itu mulai berbunyi didekat rumah kecilku. Bunyi krik kriknya seakan menandakan kalau aku tinggal didaerah pedalaman yang banyak dikelilingi oleh semak belukar.


Heyy.. suara jangkrik itu semakin kencang terdengarnya. Namun serangga ini sepertinya masih berada diluar rumahku. Tak maukah dia masuk kedalam beranda rumahku barang sejenak? Menghiburku dengan orchestra simfoni malamnya?


“Maaf tuan.. ! Rumah tuan sudah lama tak berpenghuni. Kosong melompong dengan tanaman liar disana sininya. Aku takut banyak pemangsa yang mengintai keberadaanku saat aku berada didalamnya. Lagi pula aku tak mau sia-sia dalam mendendangkan suaraku,” selorohnya tiba-tiba.


Trims.. aku tak marah. Mendengar suaramu saja, aku sudah cukup terhibur. Teruslah berdendang dengan simfoni indahmu. Aku yakin dan percaya kalau simfoni indahmu bukan hanya aku saja yang menikmati, namun juga banyak orang diluar sana..