“Bendera Putih” untuk Qwerty

Screenshot_2014-11-13-14-06-04

Ada orang yang begitu menggandrungi jenis handphone yang ‘papan ketiknya’ bermodelkan Qwerty, namun tidak bagi saya. Saya memang tidak menyukai handphone Qwerty karena berbagai alasan. Salahsatu dari alasan tersebut adalah faktor kenyamanan saya dalam penggunaannya terutama sekali dalam membuat ketikan sebuah SMS. 

Model Qwerty yang memang penempatan tombol-tombol tuts-nya menyamai seperti papan keyboard PC/Desktop, nampaknya terlalu rumit dan njelimet bagi saya. Walau sebenarnya saya sangat menikmati ketikan saat di PC dengan model ini, tapi bila wujudnya berganti menjadi sebuah media yang lebih kecil lagi ukurannya (handphone), “superioritas” saya tiba-tiba seakan menjadi hilang. Saya seperti merasa orang yang baru belajar membaca lewat ejaan demi ejaan yang coba saya fasihkan. Tidak terbayang begitu lamanya saya mengetik huruf demi huruf agar menjadi sebuah kata yang diinginkan. .

Ada yang beralasan mungkin saja karena saya belum/tidak terbiasa dengan model seperti ini. Alasan tersebut mungkin ada benarnya, namun lagi-lagi sesungguhnya saya memang tidak menyukai model seperti Qwerty. Model favorit saya adalah yang standar, dimana ditiap-tiap tuts terdapat 3 huruf yang menyertainya. .

Pada handphone android yang sekarang saya pakai pun, saya mengabaikan begitu saja opsi Qwerty dari model pengetikan dan saya memilih model yang ‘papan tombol’ biasa. Saya merasa opsi yang terakhir ini cukup simpel dalam memainkan jari jempol dalam proses pengetikannya. .

Bila saya mau menarik ukuran skala (1-10) dari durasi pengetikan yang saya selesaikan lewat kedua opsi diatas, sebenarnya ukurannya masih terbilang rendah, bolehlah saya beri nilai 5 (untuk model standar) dan nilai 1 (untuk Qwerty). Ini berarti kecepatan ‘mengetik’ saya lewat handphone masih terbilang lambat, jauh dari kecepatan yang ideal (nilai 8-10). .

Jadi kesimpulannya, kalau saya menulis komentar yang tidak terlalu panjang, mohon dimaklumi yah.. kursus mengetik blind-system saya rupanya tidak main untuk diterapkan dipiranti canggih sejenis handphone.. :mrgreen:

Iklan

16 Comments

  1. Hahaha… Aku sebelumnya pakai BB dulu yang qwerty-nya fisik… Skrg pakai yang touchscreen gak begitu kagok adaptasinya.. Dilatih aja terus, makin lama terbiasa… Aku pun sedang melatih diriku untuk bisa cpt ngetik di layar yang lebih besar dan pakai 2 tangan.. 🙂

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s