Jadi Pedagang Gas

Awalnya tak pernah terlintas ingin melengkapi toko kecil yang ada disamping rumahku dengan berjualan gas. Mengingat selama ini pemasangan tabung gas yang ukuran 3 kg selalu dilakukan oleh tetanggaku yang kebetulan memang dia berjualan gas. Seringnya pemberitaan tabung gas 3kg yang meledak dan menimbulkan korban membuatku menimbang-nimbang lebih jauh untuk menggunakan gas sebagai pengganti minyak tanah yang selama ini aku gunakan.

Trial and error“, begitulah yang aku fikirkan saat awal-awal konversi dari minyak tanah ke gas. Melihat sumber daya manusia di negeri ini yang cenderung memang rentan dengan kecerobohan disana-sini, memang akhirnya memaksa aku masih tetap bertahan selama beberapa lama dengan minyak tanah, sampai kemudian harga minyak tanah pun mencapai level yang tertinggi, yaitu sekitar Rp7000/8000 per liternya ditempat tinggalku. “Biarlah proses trial and error itu berjalan dulu hingga mencapai kesempurnaan,” fikirku dalam hati.

Foto-0014_e1udah mulai banyak yang ngantri, jadi penulis gag bisa ‘selonong boy’ markir motor didepan mereka-mereka, kalo gag urusannya tabung melayang.. 😆

Selama proses “trial and error” terus berjalan dan akhirnya mencapai titik yang diinginkan olehku atau mungkin juga oleh semua orang, aku mulai menimbang kembali untuk mencoba menggunakan gas dalam aktivitas masak memasak didapur.

Sebenarnya aku memang sudah faham kalau penggunaan gas itu lebih irit dibandingkan dengan minyak tanah. Tingkat kebersihan yang dihasilkannya pun lebih baik gas daripada minyak tanah, karena bila menggunakan gas, dapur kita akan terlihat senantiasa bersih dan nyaman dipandang. Lain halnya dengan minyak tanah yang sering membuat kekotoran disana-sini lewat minyak yang dihasilkannya. Untuk yang terakhir ini, biasanya sering membuat wajan atau panci-panci menjadi ‘cemong’ kehitam-hitaman. Kalau sudah seperti itu tentunya cara membersihkannya pun menjadi lebih lama akhirnya.

Foto-0016_e1kata yang pake kaos biru dan bertopi, biasanya agen disini dikirim tabung gas sebanyak 550 tabung.. dan hanya dalam hitungan jam udah bures.. ludes.. laris manis tanjung kimpul. enak yah, jadi pengusaha.. tinggal nampung doang tuh tabung trus langsung dikerubutin ama pedagang seperti penulis :mrgreen:

Foto-0017_e1sesama mitra pedagang, saling mengamati tabung… dalam hatinya bergumam,” Gue kebagian gag yah… 😆 sementara itu penulis tetap bersabar menunggu antrian didepannya berganti.. 😎

Setelah sekian lama toko kecilku berdiri dan selama itu pula tak ada tabung gas didalamnya, maka akhirnya beberapa waktu yang lalu akhirnya aku memberanikan diri untuk menyediakan tabung gas buat para pelanggan toko kecilku. Hitung-hitung juga buat stok di rumah mengingat beberapa waktu belakangan, tabung gas ukuran 3kg cukup sulit didapatkan ditempat tinggalku sekarang.

Emang udah berani masangnya?” “Udahlah…  siapa takut!”

Sering diledek sama istriku, “Bang.. masa masang gas aja harus nyuruh orang sih, harus berani dong seperti abang si anu.. si anu.. bla..bla..bla..bla :mrgreen:

Okeh deh Neng.. Abang buktiin ye.. kalo abang bukan ongkih.. 😉

Iklan

8 Comments

  1. wah kalah sama aku ya,aku aja pasang sendiri kalo gas abis 😛

    wah selamat ya sekarang warungnya bertambah dengan si melon ijo , yang biru juga? alhamdulilaaah,,,,

    lebih hati hati aja memakainya asal ga bocor dan dimatiin ga mledak,kalo uda bau bau gas biasanya uda mau abis gasnya jd langsung ganti baru aja jangan di lanjut

    • ha2x.. 😀 iya nih, kalah ama perempuan yah, tapi sekarang udah gag jiper lagi kok.. walo msh panas dingin masangnya.

      hanya menyediakan yg melon mb@wi3nd, klo yg biru gag, soalnya tabungnya lumayan berat..

      memang biasanya klo aku masang gas, suka beberapa kali aku perhatikan, ada yg bocor gag.. trus penciumanku sering berjalan utk memastikan bhw pemasangan sdh benar.. 😀

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s