Raksasa Itu Terbangun

Malam itu semakin larut. Boleh jadi karena tempat itu adalah sebuah desa, sudah tak ada lagi aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat didalamnya. Kalaupun ada paling hanya beberapa gelintir orang yang dibalut sarung serta kupluk sebagai penahan hawa dinginnya malam, sedang berbincang-bincang kecil disebuah pos keamanan desa, saling bercerita satu sama lainnya.

Hewan malam seperti jangkrik, serta kunang-kunang di malam itu justru sedang asyik memamerkan kelebihannya. Yang satu menunjukkan kebolehannya lewat suaranya dan yang satu lagi memamerkan keindahan sinarnya yang berkelap-kelip di malam yang gelap gulita. Sungguh harmoni alam terjadi malam itu, jangkrik dan kunang-kunang seperti menghibur hewan-hewan lainnya. Suara jangkrik dibalas dengan tarian kunang-kunang, begitu seterusnya. Agar si kunang-kunang tetap menari-menari, burung celepuk pun (burung hantu) ikutan larut malam itu mengeluarkan bunyinya. Lewat sorot matanya yang tajam dan menakutkan, si burung hantu seperti layaknya seorang dirigen dalam sebuah orchestra yang selalu memberikan komando kepada para pemainnya.

Sayangnya harmoni alam yang baru saja dimulai itu terhenti oleh suara gemuruh ledakan yang cukup dahsyat dari atas puncak gunung. Suara gelegar yang diikuti muntahan material dari dalam gunung tersebut seperti tanda protes akan pertunjukkan alam yang tidak diperkenankan oleh sosok raksasa yang sedang tertidur ini. Raksasa malam kemudian melempar benda-benda yang ada didalam genggamannya. Batu-batu kerikil hingga debu-debu diterbangkannya ke segala arah.

Raksasa itu merasa harmoni keindahan yang dibuat oleh hewan-hewan malam saat itu sudah cukup. Sudah cukup mereka memberikan keindahan kepada manusia. Sekaranglah saatnya manusia-manusia itu diberi pelajaran bagaimana bila alam marah dan murka sehingga akhirnya keindahan didalamnya lenyap dan menjadi kesunyian yang benar-benar sunyi. Tak ada lagi suara jangkrik, kunang-kunang yang melenggak-lenggok dengan sinarnya serta burung celepuk dengan sorot matanya yang tajam.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Yaa Rabb… jauhkanlah negeri kami dari segala macam bencana dan ampunilah kami yang selalu berbuat kerusakan terhadap alam ciptaan-Mu … !

Iklan

4 Comments

  1. sinabung belumlah usai,menyusul kelud yang bahkan debunya sampai ke bogor subhanallah masya allah..

    lalu menanti lokon,karang etan,krakatau yang juga sudah berstatus siaga..siap memuntahkan isinya dan terbangun dari tidurnya,,,,

    masya allah ini membuatku merinding…..ketika smua sudah mulai bergeliat dari tidur panjangnya,ampuni ya rabbi… 😦

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s