“Maafkan Cikgu..!”

Aku mengajar disekolah disebuah kampung. Aku mengajar sesi pekan. Salah seorang muridku setiap hari datang lambat ke sekolah. Kasut dan bajunya selalu kotor. Setiap kali aku bertanya tentang baju dan kasutnya dia hanya berdiam diri.

Aku masih bersabar dengan keadaan pakaiannya. Tetapi kesabaranku tercabar dengan sikapnya yang setiap hari datang lambat.

Pada mulanya aku hanya memberi nasihat. Hari seterusnya aku terpaksa menjalankan janjiku untuk memukulnya kalau masih lambat.

Anehnya dia hanya menyerahkan saja tangannya untuk di rotan dan aku memukulnya lagi. Namun ia masih tetap datang ke sekolah dan masih tetap lambat.

Suatu hari aku bercadang untuk mengintip ke rumahnya. Setelah mendapat alamatnya, aku meneruskan niatku.

Dia tinggal disebuah kawasan sepinggan, tidak berapa jauh dari sekolah. Keadaan rumahnya sangat miskin.

image

Maafkan Cikgu..!” Kenapa kamu tak beritahu Cikgu dan kenapa kamu biarkan saja Cikgu pukul kamu?”

Katanya ibunya sering berpesan,” Ingat nak, jangan minte-minte pada orang. Jangan ceritekan kemiskinan kita pada orang. Kalau Cikgu nak pukul, serahkan saja tangan kamu.”

Kejadian itu cukup menginsyafkan aku. Selepas itu aku dan guru-guru serta pelajar cuba untuk membantunya sepakat yang mampu.

******

Mari berbagi pada sesama walau itu mungkin tak seberapa nilainya…

image

Donlot video: 18,7 Mb

Nb: Narasi diatas diambil langsung dari videonya.

Iklan

5 Comments

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s