Pesan Lewat Denting Piano

Tak lama lagi rumah itu akan sepi. Sepi karena putri satu-satunya dari Yasuhiro akan segera pergi dengan membawa kehidupan baru bersama pemuda pilihannya.

Sepeninggal istri tercintanya, Yasuhiro kini menjalani sisa hidupnya bersama putri semata wayangnya yang sangat disayanginya. Namun ada rona kesedihan yang terpancar pada raut wajah Yasuhiro ketika mendengar uraian putrinya bahwa ia akan pergi dari rumah ayahnya selepas menikah nanti.

Lamunan Yasuhiro terus mengembara liar membayangkan kehidupannya kelak pasca putrinya dipersunting oleh pemuda pilihannya sendiri.

Teringat oleh Yasuhiro puluhan tahun silam, saat dimana kehangatan masih tercipta diantara mereka bertiga sebagai keluarga kecil, yakni dia, istri tercintanya yang kini telah tiada dan gadis kecilnya yang sekarang sudah tumbuh dewasa dan sebentar lagi akan menikah.

Sepeninggal istri tercintanya, Yasuhiro masih merasakan kehangatan yang tersisa lewat putrinya sekarang. Bagi Yasuhiro bila melihat putrinya, seakan dia melihat wajah istrinya disana. Bagai pinang dibelah dua seloroh tetangganya tempo hari saat berkunjung ke rumahnya dan melihat foto putrinya yang disandingkan dengan foto ibunya.

The show must go on” fikir Yasuhiro dalam lamunannya. Dia tak boleh memaksakan putrinya untuk terus tinggal bersamanya karena sebentar lagi seorang pemuda pilihannya akan membawa layar kehidupan lain buat putri tercintanya.

Piano tua yang berada disudut dalam rumahnya kini ditatap dalam-dalam oleh Yasuhiro. Tatapan matanya bak seseorang yang sedang menelanjangi buruannya. Sayang.. dia tak bisa memainkannya, dia hanya bisa menyentuh dan merasakan seolah-olah ada getaran jari jemari istrinya sedang mengajarkannya bermain piano.

Aku harus bisa!” begitu tekadnya dalam hati.

Aku ingin memberikan pesan lewat denting piano kepada putriku saat pernikahannya nanti” tiba-tiba ada semangat baru dalam diri Yasuhiro.

Aku teringat sekarang, ada komposisi musik yang dulu sering diajarkan istriku pada anakku. Komposisi musik yang sangat indah dari maestro musik klasik Johann Pachelbel lewat Canon-nya. Musik yang pas di momen yang pas,” ucapnya lagi dengan penuh keyakinan.

image

~~~~~

Coretan ceritera diatas hanyalah imajinasi penulis terhadap video singkat yang baru ditontonnya. Dan lagi-lagi ini ‘hanyalah’ video iklan semata. Namun walau begitu ada banyak pembelajaran tentang kehidupan didalamnya.

Donlot video: 9 Mb
Durasi: 3:30

Iklan

3 Comments

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s