Menunggu Hari ‘H’

pksLima hari lagi dari sekarang menjadi hari yang begitu harap-harap cemas rasanya. Kecemasan yang terbesar tentunya akan dialami oleh grass root atau anak bangsa dari lapisan bawah. Sementara buat Capres dari masing-masing kompetitornya sendiri paling-paling hanya sekedar ‘galau’ memikirkan apakah Dia yang akan menjadi pemenangnya dalam Pilpres kali ini atau tidak.

22 Juli mendatang adalah hari dimana deadline KPU dalam mengumumkan hasil realcount Pemilu 2014 yang telah dilaksanakan pada tanggal 09 Juli yang lalu. Menjadi menarik dan menimbulkan kecemasan yang sedemikian rupa karena hasil dari quickcount kubu masing-masing Capres memunculkan hasil yang berbeda. Masing-masing kubu saling menganggap bahwa penyelenggara quickcount dari pihaknyalah yang lebih kredibel sementara lawannya dianggap penyelenggara quickcount yang abal-abal. Bahkan dramatisnya dan sangat naïf, salah satu kubu Capres sudah mendeklarasikan kemenangannya dengan hanya bersumber kepada hasil quickcount dipihaknya.

Agak ngeri juga rasanya saat itu melihat dilayar kaca menyaksikan seorang Capres yang dengan entengnya memberikan statement kemenangan berdasarkan hasil quickcount didepan publik terbuka. Untunglah kubu dari Capres yang satunya tidak terprovokasi akan manuver lawannya dan mampu meredam gejolak kaum simpatisannya.

Kita juga bersyukur, pemerintah lewat Presidennya yaitu SBY langsung bertindak cepat dalam meredam eskalasi politik yang tidak sehat ini. Beliau menghimbau masing-masing kubu untuk menahan diri dan mau menghormati apa pun nanti hasil realcount dari KPU.

Himbauan dari SBY tentunya sangat bijaksana dan memang harus seperti itulah. KPU adalah lembaga pemilu umum yang dibentuk berdasarkan UU dan pastinya mempunyai legitimasi yang sangat kuat dibandingkan dengan ‘sekedar’ lembaga quickcount yang dibilang kredibel itu. Kalau salahsatu Capres sudah sangat yakin dengan hasil quickcountnya jadi buat apa fungsi KPU disini? Cuma terima stempel doang gitu… mending dibubarin aja kalau begitu KPU nya. 😆

Untuk sementara memang gejolak politik yang sangat memanas ini masih bisa dikontrol oleh kedua kubu. Namun tetap saja kecemasan dari masyarakat bawah bagaikan ‘api dalam sekam’. Bukanlah hal yang aneh, bila negeri ini sangat sulit untuk menerima kekalahan dari kompetitornya. Coba lihat sejenak dengan sepakbola di negeri ini, para fans sepakbola rasanya tidak rela bila tim kesebelasannya (yang menjadi tuan rumah) harus menelan kekalahan ataupun draw dari lawannya. Sebagus apa pun seorang wasit memimpin dalam pertandingan tersebut tetap saja wasit kerapkali menjadi bulan-bulanannya. Jiwa sportivitas memang masih sangat jauh dimiliki oleh orang-orang di negeri ini.

Bila masyarakat bawah sulit dikontrol, peran dari pemimpin lah yang sangat diharapkan untuk meredamkan semua itu karena bagaimanapun anak buah bertindak dan berbuat melihat dari apa yang telah diucapkan oleh pemimpinnya. Rasanya sangat mahal harganya bila kemerdekaan yang telah diraih dengan darah dan airmata harus ternoda dengan cara-cara destruktif yang dilakukan terhadap sesama anak bangsanya sendiri.

Salam damai ! 😉

Sumber gambar

Iklan

6 Comments

  1. fiuh..pemilu president kali ini bener bener ricuh!

    saling tuding saling sikut saling klaim, belum lagi saling adu debat antar pendukungnya…

    yang sangat fanatik terhadap salah satu capres lebih extrim lagi,musuhan ama temennya gegara ga 1 visi ga 1 pilihan *hadeeuuuh….

    kita berdoa saja smoga damai, sama sama bantu doa ajalah ya mas,agar tidak terjadi chaos.. aamiin

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s