Antara Lewis dan Lubert (The Aftermath)

Ternyata dugaan ku meleset saat melihat ending dari film The Aftermath (2019), sosok Rachael yang diperankan oleh aktris cantik Keira Knightley ternyata lebih memilih Lewis daripada Lubert yang berprofesi sebagai arsitek dalam film besutan sutradara James Kent ini. Film The Aftermath sendiri diangkat dari novel tahun 2013 dengan judul yang sama, karya penulis Rhidian Brook (Wikipedia).

The Aftermath merupakan sebuah film drama yang mengangkat konfliknya pada masa perang dunia, tatkala pasukan Sekutu baru saja berhasil meluluhlantakkan Jerman dibawah NAZI Hitlernya.

Sinopsis

Lewis adalah seorang perwira tinggi Inggris yang mempunyai komando penuh atas sebuah daerah di negara Jerman yang baru saja dikuasai oleh tentara Sekutu. Misi dari perwira Lewis adalah memastikan para korban perang mendapatkan pelayanan yang selayaknya hingga mereka nantinya ditempatkan pada kamp-kamp penampungan.

Bertugas didaerah yang baru saja ditaklukannya, perwira tinggi Lewis beruntung mendapatkan tempat bernaung yang cukup bagus yang sekaligus ditempati juga oleh seorang pria Jerman yang bernama Lubert yang berprofesi sebagai arsitek di masa itu.

Rumah indah sang arsitek Lubert, kini harus rela dilepasnya pada Lewis. Namun dengan kebaikan hati Lewis, Luthbert masih diperbolehkan menetap di rumahnya dengan memberikan ruangan di lantai paling atas sebagai ruangan barunya.

Rachael yang merupakan istri Lewis, datang menjumpai suaminya yang sedang berdinas ketentaraan di wilayah Jerman yang baru lima bulan didudukinya.

Film The Aftermath akan menghadirkan dua kutub emosi dari dua keluarga, dimana Lewis dan Rachael yang membawa memori buruk akan kehilangan putra kesayangan mereka satu-satunya. Sementara Lubert dan Freda (anak gadis satu-satunya) yang membawa sejuta kenangan kerinduan akan istri dan sekaligus adalah ibu dari Freda yang meninggal saat badai.

Kerinduan akan seorang anak yang akhirnya membuat Lewis lebih mementingkan pekerjaannya di dinas ketentaraan ketimbang memberikan cinta tulus kepada istrinya, Rachael.

‘Kehilangan’ rasa cinta Rachael dari Lewis saat dikunjunginya, membuatnya semakin terbenam dengan nestapa kesedihan yang sayangnya tidak cerdas ditangkap secara bijak oleh Lewis suaminya.

Konflik emosi dari Rachael diperparah dengan keputusan Lewis yang membiarkan Lubert dan anak gadisnya tinggal bersama mereka.

Dalam film The Aftermath memang memperlihatkan sosok Lewis yang humanis dan humble kepada para korban perang disaat itu, tak terkecuali kepada Lubert. Tentunya kita berfikir, sangat kontradiksi memang dengan apa yang dilakukan oleh seorang Lewis saat itu. Mempunyai jabatan yang berpengaruh dalam ketentaraan, ditambah anak semata wayangnya tewas di bom dalam sebuah peperangan, namun tetap berhati malaikat kepada lawannya.

******

Kebaikan pada diri seseorang pada akhirnya akan berbuah kebahagiaan walau mungkin prosesnya itu semua tak jarang mengorbankan airmata serta hati yang penuh kepedihan.