Gadis Putih

Kata orang.. lagi-lagi kata orang, gadis putih yang tinggal diujung jalan sana, dulunya adalah kembang di sekolahnya. Dia sangat cantik dengan kulitnya yang putih bersih dan kedua alis tebalnya yang bak semut berbaris rapih, membuat kawan-kawan di sekolahnya banyak yang menyukainya.

Gadis putih ini adalah orang seberang pulau. Entah sebrang pulau mana, kata orang-orang lagi. Keluarganya sudah lama tinggal dan menetap di kota metropolitan Jakarta. Gadis putih ini mempunyai beberapa saudara perempuan dan satu saudara laki-laki. Untuk yang terakhir ini, yakni saudara laki-lakinya, menurut orang-orang lagi, sekarang menjadi preman yang amat ditakuti oleh orang-orang disana. Saudara laki-lakinya suka meminta jatah upeti dari para pedagang yang biasa berjejer disepanjang kali besar pengendali banjir. Hasil dari uang haram itu lalu dipakainya buat minum-minum bersama kawan-kawannya.

Agaknya beruntung bila gadis putih ini mempunyai kakak preman sehingga kawan sekolah laki-laki akan berfikir seribu kali bila ingin mendekatinya terlebih sekedar mengajaknya dia jalan keluar, makan-makan di kaki lima.

Untuk ukuran kecerdasan, gadis putih ini tak terlalu pintar-pintar amat sebenarnya, apalagi dari smp hingga sma dia selalu terlempar dari sekolah negri dan cukup puas di sekolah swastanya yang acapkali terlibat tawuran antar sekolah.

Gadis putih ini terlalu supel dalam berkawan dengan kawan laki-lakinya, kata orang-orang lagi disana. Dia seakan memanfaatkan paras cantiknya kepada para kumbang sehingga banyak nantinya kumbang-kumbang yang berkerumunan menanti asa darinya.

Satu dua kumbang akhirnya terjerat dalam kemanisan dalam dirinya. Tanpa arah dan tujuan mereka asyik masyhuk tenggelam dalam lingkaran kepalsuan yang tak berkesudahan. Satu-dua hingga akhirnya banyak sudah kumbang yang menjamah tubuh indahnya bunga yang masih memekar itu.

Kini gadis putih itu, kata orang-orang disana, sudah menikah dengan pria yang biasa-biasa saja tampangnya. Setelah menikah, paras cantik gadis putih itu pun berangsur-angsur lenyap dan menghilang tak berbekas. Dia kini sudah terlihat tua, tak seimbang dengan usia sebenarnya.

Mungkin karena masa mudanya banyak dijamah oleh para kumbang,” kata orang-orang lagi disana.

******