Temaram Corona

Planet biru ini nampaknya masih digelayuti warna temaram dr wabah Corona yang entah kapan menghilangnya. Kesunyian, kehampaan, kegelisahan serta kekhawatiran adalah perasaan yang kini mendominasi anak-anak bumi. Tak terkecuali aku tentunya.

Manusiawi tentunya bila perasaan-perasaan tersebut muncul disaat wabah yang terus mengintai kita semua. Namun sejatinya bila kita mengimani semua ketentuan dari Ilahi Rabbi, ketaqwaan dan kepasrahan kita akan bisa melewati ini semua.


Lain halnya dengan apa yang dirasa kaum Homo Sapiens, tengoklah golongan flora dan fauna yang disaat wabah ini menghegemoni planet biru, mereka tak berpengaruh sama sekali. Kupu-kupu eksentrik yang selalu menari-nari di taman kecilku, burung-burung yang saling bercericit memamerkan suaranya, ikan-ikan Molly, Platy yang beranak pinak di kolam kecilku, serta bunga-bunga Kroket, Bougenville yang berwarna-warni menyemarakkan suasana di taman samping rumahku. Nampak sedap dipandang mata bagi siapa pun yang melihatnya.


Golongan yang tak terdampak inilah yg sejatinya menjadi perenungan kita. Rabb selalu menyematkan kegembiraan dan keriangan disaat kesedihan dan kekhawatiran yang sedang dirasakan umat-Nya saat ini.


Sekarang tengoklah, banyak sekali (kalau boleh disebut euforia), anak-anak bumi “yang tiba-tiba” mencintai tanaman hias atau apapun itu namanya. Atau anak-anak bumi yang beramai-ramai menyukai aneka ikan hias dan kini memelihara dan membudidayakannya.

Bila anda masih meragukan hal diatas, silahkan iseng-iseng di hari libur main ke taman-taman bunga yang berada dipinggir jalan (sepanjang Warung Jambu Bogor/sisi rel KA, sepanjang Taman Tekno Serpong) biasanya orang-orang bermobil ramai membeli bunga ataupun tanaman hias disana.

Sementara itu penyuka ikan hias, silahkan main ke Pasar Parung Bogor (Senin, Kamis, Sabtu) karena disana akan kita dapati beraneka macam ikan hias yang membuat kita menyadari akan keindahan dunia bawah air lewat ikan hias yang cantik-cantik nan eksotis.

Bersyukur rasanya anak-anak bumi masih diberikan kegembiraan/keriangan lewat ciptaan Rabb Yang Maha Sempurna tersebut. Lantas masihkah kita bermuram durja dengan wabah yang tak kunjung usai ini? Aku percaya dan meyakini bahwa semua ini pasti ada hikmahnya.

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s