Rupanya ‘Ksatria Bergitar’ Lebih Populer dibanding ‘Bejo’

Usai sudah hajatan bangsa ini dalam memilih caleg yang nantinya akan menduduki kursi di parlemen. Dari hasil quick count didapatkan hasil bahwa partai ‘banteng bermoncong putih’ mendapatkan suara yang lebih banyak dibandingkan kontestan partai yang lainnya. Namun perolehan suara yang didapatkan dari basis partai nasionalis ini tidaklah begitu signifikan untuk mengusung “Si Bejo” maju dalam Pilpes 9 Juli mendatang.

Persyaratan 25% dari suara nasional mengharuskan PDIP sebagai pemenang pileg harus mencari tambahannya lewat partai kecil/menengah yang tentu saja yang mau berkoalisi dengannya. Itu pun kalau ada yang mau, bila tidak ada yang mau (seumpama lho.. ), bisa garuk-garuk tembok dah tuh..

Branding lewat pencitraan yang begitu masif lewat seorang Jokowi rupanya tidak memberikan efek yang luarbiasa terhadap perolehan suara PDIP dibandingkan dengan branding yang dibuat oleh PKB lewat ‘Ksatria Bergitar’ –Rhoma Irama-.

Jokowi yang digadang-gadang akan memberikan efek perolehan suara yang tinggi ternyata hanya mampu menaikkan ‘satu digit’ persen saja. Coba bandingkan dengan perolehan suara PKB yang mengalami kenaikkan suara hingga ‘tiga digit’. Tentunya disini branding Rhoma lebih trengginas dibandingkan dengan Jokowi.

Melihat persebaran suara yang begitu merata dalam pemilihan legislatif kali ini memang semakin membuat menarik pilpres Juli mendatang. Tak ada partai yang bisa berjalan sendiri dalam mengusung ‘jagoannya’. Mereka, partai-partai dengan suara yang lebih besar mau tidak mau, suka tidak suka harus membuka ruang lobby kepada partai-partai yang memiliki suara dibawahnya.

Manuver-manuver politik kedepannya sungguh teramat asyik untuk ditunggu. Apakah kembali ada “rujuk” antara PDIP dengan Gerindra, apakah Golkar yang akan merapatkan barisannya dengan partai-partai Islam, apakah Golkar akan bersanding dengan Gerindra plus partai-partai Islam dalam menjegal PDIP, atau apakah Gerindra dan Nasdem serta PKB yang akan berkoalisi. Semuanya sangat menarik untuk ditunggu.

Buat anak negri seperti saya, apa pun itu bentuk koalisi yang nantinya akan tercipta, yang penting membawa kemaslahatan buat bangsa dan negeri ini bukan lah suatu koalisi untuk membawa kepentingan partainya masing-masing.

Salam pemilu damai dan.. next Pilpres 9 Juli ! 😉

Iklan

14 Comments

  1. iyah aku sempet kaget juga pas liat hasiilnya,PKs kalah telak sama Pkb , bang haji benar benar membuat masyarkat sadar bahwa kesehatan itu penting dan tak sabar jika lari pagi dijadikan olahraga wajib nantinya 😀

    kita nantikan 9 juli jangan terlewatkan dan jangan sampai kepentingan orang2 dibalik layar itu mendapatkan angin, get win[dce] people we make better for indonesia ..!

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s