Permak Celana

Berhubung punya badan yang terbilang nanggung dalam berbusana terutama sekali bagian pusar kebawah, semasa membujang dulu, saya akrab sekali dengan dunia permak-mempermak celana. Tentunya yang dimaksud celana disini bukan cd alias celana dalam ya melainkan celana panjang, baik itu yang modelnya celana bahan maupun celana jeans. :mrgreen:

Latar belakang mengapa saya suka sekali ke tukang permak celana (selain urusan badan yang nanggung) juga karena saya lebih suka beli celana panjang yang sudah jadi ketimbang saya harus membeli bahan celana dan kemudian pergi ke tukang jahit untuk menjahitkannya. Memang kalau pergi ke tukang jahit, pastinya akan mendapatkan ukuran yang sesuai dengan keinginan kita karena sebelumnya bagian tubuh diukur secara pas. Namun karena kepuasan yang akan kita dapatkan ini memerlukan waktu, akhirnya saya lebih memilih opsi beli celana yang sudah jadi karena sifatnya yang praktis.

Adapun celana panjang yang saya beli tidak jauh dari urusan harga yang murah meriah alias obralan. Entah itu yang diobral di pedagang kaki lima maupun yang diobral digerai-gerai etalase pusat perbelanjaan.

Mengingat saat itu masih bujang maka hunting celana obralan adalah sesuatu yang mengasyikkan karena disana ada keseruan-keseruan yang tercipta ๐Ÿ˜† dari rebutan celana yang kita inginkan hingga mata kita saling berpandangan satu sama lain.. ๐Ÿ˜‰ atau celana yang sudah kita incar yang sudah dikekepin) duluan sama orang. Kalau sudah begini biasanya kita berharap mudah-mudahan tuh barang yang kita incar ditaruh lagi sama orangnya. #ngarep

Bila sudah mendapatkan bahan yang diinginkan maka biasanya saya langsung menuju tempat favorit dalam hal permak-mempermak celana. Dimana itu sodara-sodara?! Tidak lain tidak bukan tempat itu bernama Jatinegara atau persisnya didepan St Jatinegara. Para penjahit permak ini biasanya berjejer disana hingga perempatan lampu merah Jatinegara (sebelum fly-over).

Para penjahit permak ini memilih lokasi yang memang tidak jauh dari jalan raya sehingga para permak lovers akan dengan mudah melihatnya. Mengingat penjahit permak ini begitu “eye-catching” dan alasan tengsin kalau nanti dilihat oleh pacar maka saya mencari tukang permak yang agak tersembunyi tempatnya. Tapi tetep aja sih, walau sudah tersembunyi ada saja yang mengagetkan hati.

Hai.. ! Kamu kan pacarnya Anny yah, sedang nunggu apa disini ?” ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ™„ ๐Ÿ™„ :mrgreen: :mrgreen:

Iklan

30 Comments

  1. ha..ha.. ha.. itu sih emang pengen memandang aja ๐Ÿ˜›

    seru ya kalo rebutan gitu…

    dan bicara permak memermak sekarang banyak yang keliling eh ada maksudnya, ada yang rapi ada yang enggak..

    * kalo ketahuan gitu belaga aja lagi maen maen di pasar ๐Ÿ˜€

  2. keknya permak permakan menjamurnya baru dekade ini deh. pas aku kuliah gak ada permak2 dijalanan, palagi keliling.
    enak beli jadi, potongan lebih okeh, harganya juga yg penting. karena kan mereka konveksi, dgn produksi besar, bisa menekan harga shg harga jual pun miring.

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s