Berebut “Polkadot Jersey”

2013-11-24 06.21.30_e1_e1

Hahh…hehh…hoohh…hahhh…hehh…hoohhh….. Buat anda yang pecandu rokok, saya sangsi anda bisa melalui trek seperti ini… ๐Ÿ˜†

Buat anda pengamat maupun penyuka olahraga bersepeda tentunya mengenal istilah “Polkadot Jersey” yaitu suatu jersey (kaos) yang dikenakan oleh seorang pebalap sepeda dimana dia memimpin perolehan nilainya dalam trek-trek tanjakan. Oleh karena itu pebalap sepeda yang mengenakan jersey polkadot disebut juga sebagai raja tanjakan.

Hari minggu kemarin kembali saya gowes dengan kawan-kawan yang lainnya. Kali ini ke daerah Gunung Sindur yang treknya lumayan berat. Mengingat dari nama spot-nya saja sudah Gunung Sindur berarti kontur jalanannya pun pastinya naik-turun, sesuai dengan daerah pegunungan itu sendiri.

2013-11-24 07.26.01_e1_e1

sebelah kanan jalan merupakan area pemakaman bagi etnis Tionghoa, jadi kami sebut saja dengan kuburan China. Kuburannya sendiri lumayan besar-besar bangunannya. Spot ini ada didaerah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Mau foto-foto narsis disini jadi takut, soalnya takut dipanggil beneran soalnya masih banyak dosa... ๐Ÿ˜ฆ

Berangkat melalui desa Cibeuteung Muara (yang kami lalui dalam gowes minggu kemarin), kami delapan orang mengayuh pedal sepeda, pelan namun pasti untuk mencapai spot yang kami inginkan.

Ada yang menarik dalam gowes kali ini karena disetiap trek tanjakan, kami seperti berlomba mendapatkan “polkadot jersey” layaknya dalam lomba balap sepeda. Tak jarang kata-kata ledekkan terlontar saat itu, “Ayoo.. yang paling belakangan sampai diatas, nraktir nasi uduk.. !”

Nafas-nafas rokok “234” dan rokok “koboy” pun kemudian berpacu dengan nafas tubuh saya yang steril dari asap rokok sejak kecil. Hasilnya pun sudah bisa diperkirakan, walau tubuh saya kecil dibandingkan kawan-kawan saya lainnya namun karena saya tidak merokok, “polkadot jersey” itu pun menjadi milik saya dan pastinya saya terbebas dari mentraktir kawan-kawan dengan nasi uduknya. Hmm… gempor-gempor dah tuh dengkul.. ๐Ÿ˜†

2013-11-24 06.21.40_e1_e1

“Ayooo…. sedikit lagi sampai… !” teriak saya dari atas ketinggian jalan :mrgreen:

Derita trek yang menanjak berlanjut pada trek yang menurun. Trek yang menurun disini, saya garis bawahi adalah trek yang menurun dengan jalanan yang berbatu yang cukup melelahkan mengingat model sepeda saya yang apa adanya. Idealnya memang untuk trek seperti ini ada “peredam guncangan” yaitu shock baik didepan maupun dibelakangnya namun sepeda saya tak memilikinya. Alasan inilah yang kemudian membuat saya tidak bisa memaksakan sepeda saya untuk bersaing dengan kawan lainnya yang memiliki sepeda yang jauh lebih kompatibel dengan kontur jalan yang dihadapi dan akhirnya sudah bisa ditebak, saya tertinggal jauh ditrek menurun ini dari kawan-kawan saya yang lainnya. :mrgreen:

2013-11-24 07.18.31_e1_e1

di trek ini saya jadi bulan-bulanan kawan saya yang memiliki sepeda yang lebih ok… “wooyyy.. tungguin dong.. !”

2013-11-24 07.18.43_e1_e1

trek ini memaksa saya harus memperlambat kecepatan walau sebenarnya ini adalah jalan yang menurun… sangat beresiko memaksakan kecepatan dengan sepeda yang apa adanya, biasanya sih resikonya kalau gag sakit pinggang atau minim-minimnya tersungkur alias terjerambab.. :mrgreen:

2013-11-24 07.14.30_e1_e1

maaf yah.. kakak, tante, oom, mbah… kawan-kawan saya numpang narsis setelah perjalanan yang cukup melelahkan

Setelah melalui perjalanan yang cukup menyenangkan namun melelahkan akhirnya kami sampailah di spot yang kami inginkan. Sebuah spot area yang cukup bagi kami memandangi alam kebesaran-Nya. Terimakasih Yaa Rabb… !

Mari bersepeda menikmati segala kebesaran-Nya ! ๐Ÿ˜‰

Iklan

21 Comments

  1. Megasikkan sekali bersepeda dengan medan berat hinga sampai tempat indah yang di tuju gitu. Namun setelah sampai gitu kalau saya sering ngedumel dalam hati gimana ini nanti pulangnya mana kaki udah gempor semua lahi. Tapi setelah sampai rumah pingin nglangi lagi..

  2. Terbebas dari asap rokok sangat mendukung kita dalam olahraga bersepeda ini ya, Mas, hehe….

    Wah, udah lama banget saya nggak gowes. Sepeda Polygon Premiere 3 punya saya lagi teronggok begitu aja, belum terpakai lagi …..

  3. sekarang aku tahu capung2 hobi sepedahan. jalannya sebagian sudah halus sebagian kasar ya?
    berapa jauh yang ditempuh?
    kalo 15 kilometer aku sudah ngos-ngosan nih, tapi demi finisih aku tempuh pantang brenti. paling cuma istirahat sbentar buat minum. boleh?

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s