Ingatan Tsunami Aceh

Ombak itu seakan mabuk berat dengan ayunan yang tidak sebagaimana mestinya. Menghempaskan tubuhnya bagai melepas muntahan yang ada didalam isi perutnya.

Hewan-hewan berlarian, beterbangan kearah yang sekiranya dapat menyelamatkan mereka. Mereka hanya bertanya-tanya, gerangan apa yang terjadi dengan goyangan “lemah gemulai” nya sang ombak.

Burung-burung mengamati dari ketinggian, anak-anak manusia yang riang gembira dipinggir pantai, mendapati ikan-ikan menggelepar kesana kemari, berusaha menggapai air untuk bernafasnya.

Mabuk massal sang ombak sungguh dahsyat karena mampu dalam sesaat membuat “koridor” dilautan bagai cerita terbelahnya Laut Merah oleh tongkat Nabi Musa AS.

Kini gulungan sang ombak sudah mencapai daratan.. perlahan terlihatnya, namun pasti dengan ayunan yang semakin mengerikan.

Anak-anak bumi berlarian. Membawa apa yang mereka bisa bawa. Sementara Anak-anak kecil menjerit histeris melihat segala keriuhan saat itu.

Muntahan air itu semakin besar dan kencang arusnya. Melabrak semua yang menghalanginya. Rumah, kendaraan, bahkan perahu besar mampu dibawa oleh sang ombak.. jauh dari tempatnya semula.

Anak-anak bumi yang berhasil mencapai titik ketinggian hanya bisa menyaksikan kegetiran itu. Mereka pasrah sepasrahnya sambil mulut terus mengucap lantunan dzikir kepada Ilahi Rabbi.

Goyangan sang ombak meninggalkan sejuta kepedihan yang tak terperih.. yang tak terbayangkan sama sekali oleh manusia di planet biru hingga kini..
*****

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s