Kelinci yang Malang

Belum ada sebulan rasanya kalau mengingat awal dimana saya bersama istri membeli sepasang kelinci pada salah seorang pedagang yang ada dipinggiran taman wisata Kebun Raya Bogor.

Pembelian sepasang kelinci seharga seratus ribu rupiah ini sebenarnya adalah keinginan dari anak perempuan saya yang tiba-tiba saja ingin sekali mempunyai kelinci dan memeliharanya. Awalnya saya kurang setuju karena nantinya pastinya akan direpotkan oleh hewan tersebut, entah itu dari penyediaan makanannya, membersihkan kotoran dan pipisnya dan juga memastikan saban malam kalau kedua kelinci tersebut aman dari gangguan hewan lain, semisal kucing.

Hal-hal tersebut diatas memang mutlak harus diperhatikan bagi pemula yang berniat memelihara kelinci. Apalagi bila kelinci yang kita beli masih anakan atau belum cukup umur untuk dipisahkan dari induknya (usia 1-2 bulan).

Saya sendiri terlambat mengetahui kalau sepasang kelinci yang kami beli adalah masih anakan. Cari tahu lewat Google, kelinci yang masih anakan memang rentan dengan penyakit, maka sebaiknya dihindari bila ingin membeli kelinci diusia anakannya. Pedagang sendiri biasanya tidak mau menginformasikan berapa sebenarnya usia kelinci yang hendak dijualnya.

Ada kebodohan lain yang saya terima mentah-mentah dari pedagang kelinci tersebut, yakni kelinci tidak memerlukan air untuk meminum karena sudah tercukupi dari makanannya yaitu wortel, padahal setelah saya buka kembali Google, bahwa semua makhluk hidup memang memerlukan air tak terkecuali kelinci.

image

Terlambat dan terlambat, inilah rasanya penyesalan saya karena baru ‘ngeh‘ dengan hewan yang baru saja saya beli ini tatkala hewan tersebut terlihat sakit dan akhirnya berujung pada kematiannya. Ya.. kelinci yang betinanya telah mati padahal baru saja dipindahkan ke kandung barunya yang lebih besar dan lebih leluasa bergerak. Tadi malam kami sempat mengintip dari tirai jendela bahwa kedua kelinci ini baik-baik saja. Namun entah kenapa tadi shubuh yang betina tubuhnya tidak bergerak tapi perut terlihat masih ada gerakan. Istri saya sempat mengelus-elus tubuhnya dan memberikan susu pada hewan ini tapi Rabb berkehendak lain, pagi tadi kelinci betinanya telah mati. Tak ayal anak perempuan saya menangis pilu seperti merasa kehilangan sekali. Saya pun dan istri demikian halnya. Tak lama kemudian, saya menguburkannya disamping rumah, dibawah pohon jarak yang semoga memberikan keteduhan buat kelinci yang malang ini… 😦

Iklan

16 Comments

  1. kelinci yg masih anakan gak boleh kena udara malam pak. pengalaman saya beli kelinci buat anak anak, anakan juga umur 1 bulan, sampe umur 3 bulan itu masih ditaruh didalam rumah. setelah 3 bulan baru ditaruh di luar rumah secara badannya udah besar dan kandangnya juga udah menuh2in tempat didalam rumah. tapi tetep kalo malam kandangnya ditutupin biar gak kena angin malam. alhamdulillah sampe sekarang masih sehat, gede dan umurnya udah 10 bulan.

  2. Kalau kak Capung ingin membeli pengganti, harus hati-hati karena bisa jadi tidak cocok. Dulu, dua ekor kelinci saya berantem karena tidak cocok satu sama lain. Kini dua-duanya telah pergi. Saya paham perasaan anaknya kak Capung. Sedih memang 😦

  3. Wah saya jadi kasihan sama kelincinya. Dulu pernah pelihara kelinci malah kabur ntah kemana. Maklum saya masih tinggal di desa jadi sulit nyariin kelinci yang lepas. Btw apa mau diterusin melihara kelincinya dengan membeli kelinci yang baru?

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s