Kampung Monyet

193740_monyetIbarat sekuel film mungkin inilah kali ketiga saya menggarap tulisan tentang monyet, setelah yang pertama tentang lebaran monyet kemudian disambung dengan baju monyet dan kini yang menjadi triloginya, saya ambil judul kampung monyet. Walaupun saya menyadari ketiga tulisan ini hanyalah merupakan tulisan ecek-ecek, tidak bermutu serta agak bombastis namun saya merasa puas karena tulisan-tulisan saya adalah orisinil keluar dari imajinasi fikiran saya bukanlah hasil copypaste.

Kembali kepada judul postingan diatas, sebenarnya saya masih penasaran atau bolehlah dikata ada “missing link”  terhadap pelakon tunggal yaitu monyet yang selalu konotasinya diidentikkan dengan nama seseorang, yaitu sarimin.

Sebelumnya mohon maaf bila ada pembaca blog capung yang memiliki nama yang sama dengan pelakon diatas. Ini semua hanyalah faktor kebetulan belaka dan jauh dari unsur rekayasa penulis. Yaa.. sarimin memang identik dengan tokoh monyet dalam pertunjukan acara topeng monyet keliling di kampung-kampung ataupun perumahan. Mungkin sesekali kita pernah menonton dan sang sutradara berucap, “sarimin pergi ke pasar” atau “sarimin membawa payung....” Sang monyet pun lantas serta merta menunjukkan kebolehannya yang membuat anak-anak kecil, emak-emak, maupun PRT yang menemani anak majikannya terhibur ria dan senyam-senyum lantas tak sadar ngomong sendiri, “tuh lihat tuh, monyet aja nurut kalo disuruh-suruh. 😆

Aksi topeng monyet memang cukup menghibur namun untuk kedepannya sepertinya tidak akan ada lagi pertunjukan ini setelah adanya larangan dari  dinas terkait dengan hewan primata ini. Pelarangan dari pertunjukan topeng monyet tentunya bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan yang dikutip disini, ternyata begitu masifnya unsur penyiksaan terhadap hewan lucu ini.

Penyiksaan yang biasa dilakukan oleh para coah monyet itu pun bervariasi, misalnya para monyet ada yang disuruh guling-guling di lantai tanpa henti serta ada pula yang menyuruh monyet untuk jinjit dengan satu kaki sementara lehernya dikalungi rantai. Hmm.. sadis bukan !

Alasan yang lainnya berkaitan dengan ekses dari pertunjukan topeng monyet adalah adanya upaya untuk melindungi keberadaan satwa monyet itu sendiri. Bukan hal yang aneh memang akibat seringnya penyiksaan yang dilakukan terhadap hewan ini mengakibatkan sejumlah monyet mengalami ajalnya dengan mengenaskan.

Lantas kampung monyet atau lebih tepatnya kampung para topeng monyet sebenarnya ada dimana ya ? Untuk di Jakarta yang kebetulan memang saat ini sedang gencar-gencarnya razia topeng monyet, sarang dari para topeng monyet ada di wiliyah Cipinang Besar Selatan, Cipinang Muara serta di Kampung Dukuh (Jakarta Timur). Di lokasi inilah para juragan monyet berkumpul sekaligus mengadakan “coaching clinic” kepada monyet-monyet binaannya.

Sumber dan gambar : http://news.detik.com/

Iklan

36 Comments

  1. walau dikatakan menghibur juga, tetapi saja monyet teraltih yang bisa disuruh-suruh sesuai ucapan sutradaranya pasti melewati proses belajar. Dan proses belajar ini pasti diawali dengan pnyiksaan, saya pernah menyaksikan di televisi, bahkan ada jasa pelatihan monyet, ya kekerasan tetap ambil bagian. kasihan si monyet

  2. animal abuse meski anak kecil sangat suka menontonya *eh kadang aku juga suka ikutan nonton nemenin ponakan *nyengir

    parah ya kalo liat ditivi saat monyet didoktrin smua dg kekerasan…

    ternyata bener manusia itu lebih kejam dari binatang,pdhal mreka makan dari uang yang dihasilkan hewan tsbt*ih ga kebayang sadisnya 😦

  3. dulu sering lihat di sekitar TB simatupang. para tukang monyet duduk dan si monyet beraksi di pinggir jalan. terakhir beberapa waktu lalu begitu melihat bbrp tukang monyet bergerak bersamaan mencari posisi untuk unjuk kepintaran si monyet

    saya pernah punya rekan kerja yang namanya, sarimin

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s