Kangen Makan Kue Rangi

kue-rangiBeberapa waktu silam, saya pernah buat postingan tentang kuliner kue gemblong. Lumayan juga sih respon ‘pasar’ di dunia maya kala itu, postingan saya tentang gemblong ini selalu muncul di grid satu google. Namun itu dulu yaa.. saat masih sering update tulisan di blog. Setelah mulai agak-agak malas menulis, postingan saya tentang gemblong ini pun nyungsep gridnya bagai ditelan ikan paus. Butuh keajaiban dan ikhtiar kembali lewat doa seperti halnya cerita pemuda dalam kisah Ashabul Kahfi.

Respon ‘pasar’ yang lainnya lagi yang bikin hati saya sumringah lewat postingan gemblong ini adalah saat tukang gemblongnya sendiri memberikan komentarnya dan sekaligus menawarkan gemblong buatannya kepada saya. Cuma karena saya sendiri lagi belum kepengen makan gemblong, yaa disimpan dulu saja tuh alamat tukang gemblongnya. Ahh… indahnya berbagi gemblong. :mrgreen:

Ok.. lupakan tentang gemblong. Kali ini saya kembali akan menulis tentang penganan yang lainnya lagi, yaitu berupa penganan tradisional orang Betawi, tempat dimana saya lahir dan dibesarkan oleh kedua orangtua saya. Penganan yang satu ini bernama kue rangi. Jajanan masa kecil saya yang sulit dilupakan begitu saja dalam ingatan.

Kue rangi yang kata kawan saya disebut juga kue rangai (entah kawan saya ini tinggal didaerah mana) atau kue bandros (kata kawan saya yang orang Bandung) adalah kue yang diolah dari campuran kelapa parut dan tepung sagu yang disiram diatasnya dengan saus gula merah yang dikentalkan dengan sedikit sagu.

Kalau melihat cara buatnya sendiri, kue rangi ini nampaknya cukup simpel diolahnya, makanya tak heran saat saya kecil, kue rangi menjadi jajanan yang mudah didapat dan diburu oleh anak-anak sekolah pada jam-jam istirahatnya. Oh yaa.. kue rangi ini cara pembuatannya juga menggunakan cetakan seperti halnya kue pancong, cuma untuk kue rangi, ukuran cetakannya lebih kecil.

Sayangnya ditempat tinggal saya sendiri, sekarang kue rangi agak sulit untuk ditemukan (belum pernah nemuin lagi pedagangnya saya), entah kalau ditempat lain atau didaerah anda misalnya mungkin..?! Saya sendiri sudah sekian puluh tahun rasanya belum pernah mencicipi yang namanya kue rangi ini. Makanya ada sedikit rasa-rasa kangen gitu deh ingin makan kue rangi seperti jaman kecil dulu.

Next-time sepertinya harus dicoba nih bikin kue rangi, apalagi usaha kerasnya cuma marut kelapa tua doang…iya toh.. ! :mrgreen:

NB : yang mau melestarikan kembali jajanan jadul (kue rangi), silahkan lihat resepnya dimari 😉

Iklan

12 Comments

  1. digang deket tukang bakso langganan ada mas, kue rangi lengkap dengan alat bakarnya kayu bakar 😀

    dijual pake speda juga…

    yang khas itu aroma asap bakar kayunya,,,

    emang uda langka kue ini jg penjualnya, harganya masih murah mas 🙂

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s