Jangan Takut

Jangan takut bila aku selalu mengikuti di beranda mu. Aku pun sebenarnya tak menginginkan. Karena program buatan manusia itulah aku tak berdaya. Aku sesungguhnya hanya ingin lebih selektif berada di berandamu.

Jangan takut, aku bukan monster pedofil yang siap menerkammu disaat kau lengah. Aku punya hati yang biasa kubagi buat buah-hati dan bidadariku di rumah.

Jangan takut, aku bukanlah si boogey man Michael Myers yang sangat haus dengan darah anak-anak manusia. Aku tak pernah membawa pisau kemana-mana. Aku hanya membawa benda bernyala ini dan lagi-lagi benda ini adalah kado yang tak terlupakan dari bidadariku.

Jangan takut, aku juga bukan si Hannibal Lecture yang akhirnya bersimpati kepada gadis manis Sterling. Aku bukanlah pembunuh berdarah dingin yang dengan santainya menguliti beberapa bagian tubuh korbannya.

Aku hanya ingin memainkan kata seperti yang diajarkan guru bahasa Indonesia ku dulu. Kata-kata yang mengajak kepada kebaikan, kata-kata yang menghibur, kata-kata keindahan seperti musik instrumen yang kerap kusisipkan didalam setiap tulisanku.

Dan jangan takut bila aku akan terus menulis karena aku ingin saat aku terbujur kaku nanti, tulisan-tulisanku bisa menjadi ladang amal buatku dihadapan-Nya…