Bapak tua dan Auratnya

Bapak ini sering kulihat bertelanjang dada saja sepanjang harinya, hanya menyisakan celana kolor pendek berwarna hitam yang sering dipakainya. Dia beralasan cuaca yang amat panas di kota ini menyebabkan dirinya tak kuat berlama-lama mengenakan pakaian lengkap seperti apa yang biasa terlihat pada tetangga yang lainnya.

Alasan yang cukup masuk akal sebenarnya. Aku pun sering juga melakukan hal yang sama seperti bapak didepan itu, hanya saja aku tak pernah sama sekali bertelanjang dada apalagi sampai keluar rumah. Aku masih berpakaian lengkap, cuma atasannya biasa memakai kaos singlet berwarna putih ala kaos yang dikenakan oleh ngkoh-ngkoh Cina. 😊 Cukup adem memang dibadan ku karena bahan kaosnya terbuat dari bahan katun dan tipis.

Dari pemahaman keIslaman yang aku tahu, sebenarnya kaum laki-laki pun mempunyai aurat yang wajib ditutupi seperti halnya aurat wanita. Dan begitu halnya dengan bapak didepan itu. Sepertinya dia belum memahami arti aurat dalam Islam yang sesungguhnya.

Aku suka kasihan sebenarnya dengan bapak itu, diusia senjanya belum diberi hidayah untuk menjadi lebih baik lagi dalam kehidupan keIslamannya. Aku menulis seperti ini bukan sok alim karena memang aku sendiri masih banyak bergelimang dosa. Aku hanya ingin berusaha lebih baik dan lebih baik lagi karena usia seseorang tak ada yang bisa menjamin sampai berapa lama lagi hidup di dunia ini.

Aku sendiri tak bisa menyampaikan langsung pemahaman keIslamanku kepada bapak itu karena siapalah aku yang masih berkubang dengan kemaksiatan. Cukuplah tulisan pendek ini yang semoga menjadi perenungan bahwa laki-laki pun mempunyai aurat yang harus ditutupinya.