Daun Ketapang Tua

Pohon ketapang disudut sana kokoh berdiri. Menaungi sebuah rumah yang tak berpagar. Rumah disudut jalan yang sering kulewati bersama dengan anak spesialku, kadang dgn belahan jiwaku atau sering juga kala kusendiri.

Nampak daun-daunnya berserakan ditanah.. tak beraturan. Ada yang menelungkup dan ada yang rebah layaknya anak-anak bumi yang sedang asyik berjemur di pantai menatap langit yang biru.

Sementara daun-daun yang masih muda dan segar terlihat angkuh, menempel.. bergantung pada ranting-ranting yang menopangnya. Daun-daun ini tak bergeming disaat tiupan angin kencang yang datang tiba-tiba, merasuk kedalam rerimbunan daun yang menjulang keatas. Layaknya geraian rambut panjang seorang gadis yang hanya sesaat menyibaknya lalu kembali lagi.

Daun-daun muda kini bersorak sorai, riang gembira karena berhasil menjatuhkan daun-daun tua ke tanah. Sementara daun-daun tua hanya tersenyum melihat tingkah pola daun-daun muda ketapang.

Ahh.. daun muda lupa, nanti pun mereka akan seperti kita.. tua lalu mengering hingga jatuh ke tanah,” gumam daun ketapang tua.

Dan mereka belum tahu bahwa daun ketapang kering yang sudah jatuh ketanah yang selalu dinanti oleh anak-anak bumi. Kita dibersihkan lalu diletakkan didalam air bersama ikan-ikan yang indah dan mempesona. Andaikan mereka tahu, pastinya mereka ingin juga jatuh bersama-sama kita ke tanah,” celetuk daun ketapang tua lainnya.

*****

Nb: Daun ketapang kering sering digunakan oleh para pembudidaya ikan hias (terutama ikan cupang).

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s