Marbot Mesjid

Dia marbot di mesjid yang tak jauh dari rumah ku. Perawakannya pendek dengan badannya yang sedikit gempal. Pak Nasir sering memanggil nama depannya saja, Yus.. sehingga aku pun menyebutnya demikian.

Baca lebih lanjut

Iklan

Lily Si Gadis Kecil

Lily si gadis kecil tak tahu siapa kedua orangtuanya. Dia hanya tahu seorang nenek-nenek tua yang telah membesarkan dan merawatnya dengan segenap cinta dan kasih sayangnya. Nenek tua ini hidup ditengah hutan belantara yang belum pernah ada seorang manusia pun yang masuk kedalamnya.
Baca lebih lanjut

Perokok


Bapak yang berada didepan sana sekarang seperti merasa malu bila berpapasan dengan ku, terutama bila langkah kaki ku hendak menuju mesjid diujung jalan yang jaraknya hanya sekitar ratusan meter saja. Awalnya saat berpapasan dia duduk-duduk saja didepan warung tetangga sambil menikmati rokok ditangannya hingga sampai aku balik lagi dari masjid. Namun kini sudah berubah polanya, dimana batang hidungnya sudah tak nampak lagi di warung itu, saat sekembalinya aku dari mesjid.

Baca lebih lanjut

Al Jumuah Pak Nasir

Lagi-lagi Pak Nasir yang menjadi imam sholat Shubuh di pagi itu. Posisi dia memang tak bisa tergantikan oleh yang lainnya. Sejujurnya aku menginginkan salahsatu barisan putih-putih yang berada dibarisan depannya bisa maju menjadi imam sehingga ada sedikit variasi dari lantunan ayat yang dibacakannya. Tapi sudahlah, aku toh kini sudah terbiasa dengan lantunan ayat yang keluar dari mulutnya Pak Nasir.
Baca lebih lanjut

Nenek Tua

Nenek tua itu sering terlihat duduk-duduk disana. Disamping garasi sebuah rumah yang penghuninya entah kini berada dimana. Kedua kakinya menelungkup yang disanggah oleh kedua lengannya yang sudah keriput disana-sini. Pandangan matanya sendiri sering tertuju ke jalan masuk perumahan dimana nenek tua itu tinggal. Sesekali orang-orang yang berlalu-lalang dari tempat duduknya berada diperhatikannya dengan seksama.

Baca lebih lanjut