Winners… !

th

Kemenangan dalam sebuah partai puncak ( final ) dalam ajang kompetisi sepakbola sejatinya adalah milik semua. Tidak hanya dimiliki oleh sang juara namun sang pecundang haruslah juga merasakan “kemenangan” itu. Terlebih lagi bila permainan yang disajikan kedua tim benar-benar memuaskan hati para penonton yang ada di stadion maupun diluar stadion.

Partai puncak yang menegangkan dan dramatis pada akhirnya memang akan menguras emosi para pemain hingga pluit itu dibunyikan oleh wasit sehingga tak jarang ada pemain ( tim yang kalah ) seolah tidak mau beranjak dari lapangan stadion (sambil tiduran menatap langit-langit stadion…rumputnya bagus sich πŸ˜† ), ada pula yang menutup wajahnya karena tak tahan menahan kesedihan yang mendalam saat itu.

Kesedihan bagi tim yang kalah tentunya akan semakin mendalam saat perayaan defile arak-arakan piala didalam stadion dari tim yang menang apalagi ditambah dengan lantunan lagu jadulnya Freddie Merkury ( udah RIP ) “We are The Champions“. Terus terang saja kalau saya tidak begitu suka lagu ini diperdengarkan saat seremoni kemenangan tim di partai puncak karena menurut saya lagu ini terkesan sombong dan angkuh.

We are the champions” menurut saya sebuah lagu yang menunjukkan “inilah kami“, “kamilah yang terhebat“, “kamilah juaranya”. Tidak patut rasanya diperdengarkan pada saat mana tim yang kalah masih ada didalam stadion tersebut. Lain halnya kalau diperdengarkan dalam komunitas sendiri misalnya dalam perayaan kemenangan didalam stadionnya sendiri.

Lantas apa dong lagu atau musik yang pas pada saat arak-arakan piala yang dibawa oleh para pemain dari tim yang menang? Kalau boleh usul sich sama Michel Platini ( orang nomor satu di FIFA ), coba dong hiburannya buat tim yang kalah ( tidak hanya pengalungan medali saja lho ) dan juga para pendukung dari tim yang kalah untuk diperdengarkan lagu atau musik yang menghibur.

Musik-musik yang menghibur semacam “Canon Remix”Β  saya rasa cukup memberikan hiburan tersendiri tidak hanya buat tim yang menang namun terlebih buat tim yang kalah dan juga para pendukungnya.

Indah rasanya menyaksikan arak-arakan piala dari tim pemenang, tim yang kalah ikut “bergoyang” mengikuti irama musik yang ada didalam stadion pada saat itu tak terkecuali saya tentunya yang menonton nun jauh disana. 😎

sumber gambar : www.aingindra.com

Iklan

20 Comments

  1. Lagu itu sudah menjadi lagu kebangsaan bagi para juara tapi bagi yang kalah akan sedih atau kecewa. Sangat setujuh bagi yang kalah dihibur dengan lagu semangat misalnya remix atau nyanyian lagu dari tim tersebut.
    Asal jangan lagu ” Iwak Peyek”, iwak peyeekk.. iwak peyeeekk.. nasi jagung dan seterusnya lagu :))

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s