Cinta Pertama.. dan Terakhir

Kamu sudah makan?” tanyaku pada gadis manis yang duduk didepan ku.

Aku bertanya padanya tatkala ingin beranjak keluar dari bus yang baru saja berhenti di Pasar Klewer Solo.

Ini aku punya makanan buatan ibu ku, makanlah. Cobain aja.. enak kok,” rayuku padanya.

Saat itu memang kesempatanku untuk bercengkrama dengannya, terlebih kulihat kawan-kawan ku lainnya sudah pada turun dari bus untuk sekedar mencari udara segar diluar atau berbelanja sesuatu yang unik yang tidak ada di kota ku Jakarta.

Saat itu dia ditemani kawan wanitanya yang kebetulan juga pemalu, sama halnya dengan diriku. Jadilah momen triumvirat pemalu berlangsung dengan agak-agak kaku diawalnya, namun cukup berkesan bagi ku. Entah kalau buat gadis manis itu.

Aku yang memang seorang pemalu, entah kenapa saat itu seperti ada yang menggerakkan hatiku untuk menyapa gadis manis ini. Aku memang baru saja mengenalnya. Dia dari kelas yang berada disamping persis kelas ku. Kebetulan waktu itu kami satu bus dari tiga bus yang berangkat ke Jogjakarta dalam acara Study Tour sekolah dimana kami berada.

Trims ya.. !” jawabnya ketika mengambil makanan yang baru saja aku berikan.

Sama-sama.. !” balasku lagi.

Kamu juga ambil aja.. gag usah malu-malu, gag baek nolak rezeki,” ledekku pada kawan wanitanya yang kebetulan sebangku dengannya.

****

Saat itu aku sudah duduk di kelas 3 SMA dibilangan timur Jakarta sana. Sekolah yang lumayan cukup dipandang karena masuk dalam 3 besar sekolah favorit di jamannya.

Usai acara ke Jogja itu rupanya ada kawanku yang menghembuskan berita perihal pdkt ku ke gadis manis itu. Jadilah aku saban hari menjadi bulan-bulanan mereka di sekolah. Disetiap pemeriksaan hasil ulangan dari kelas lain, nama gadis manis itu selalu dicarikan terlebih dahulu dan diberikan kepadaku.

Yud.. ni kertas ulangan punya doi loe, awas.. jangan dibikin2 ya, yg salah2 jgn dibetulin,” canda kawanku.

Aku cuma bisa tersenyum. Sambil merasakan bahagia rasanya bisa memeriksa kertas ulangannya saat itu.

***

Setiap pagi sebelum bel sekolah masuk, aku suka menantikan kedatangan gadis manis ini. Kebetulan kelasnya memang melalui kelas ku terlebih dahulu. Dan gadis manis ini selalu kucirikan kedatangannya, yakni biasanya di menit2 akhir menjelang bel masuk berbunyi. Beruntung posisi duduk ku di kelas cukup leluasa untuk melihatnya saat dia baru datang. Berjalan mantab menuju kelasnya, dengan geraian rambut ikal pendeknya tanpa sedikit pun menoleh kearah kelas ku.

Jaim juga nih cewek manis ini,” fikirku dalam hati.

(Dilanjutin gag yaa…) 😊😊

#cintapertama
#beranicerita

1 Comment

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s