Tongcai

imagesTongcai. Jatinegara Timur 101 masih menyisakan tersendiri kisahnya buatku. Dulu aku masih ingat, ada seorang pedagang bubur ayam yang biasa berkeliling dengan sepeda tuanya (jenis sepedanya seperti model sepeda onthel). Abang tukang bubur ayam ini suka singgah kedalam perumahan dimana paman dan anak-anaknya tinggal. Kalau anak-anak paman mengetahui kedatangan abang tukang bubur ini, mereka biasanya memanggilnya dan memesan beberapa mangkuk untuk dimakan bersama nantinya.

Ada yang aku sukai dari tukang bubur ayam yang satu ini, dimana penjualnya menghidangkan bubur ayamnya lengkap dengan isiannya terutama sekali adanya cakwe yang diiris-iris, dan tentunya tongcai. Oh ya.. anda tahu tongcai? Tidak semua tukang bubur ayam lho menggunakan tongcai didalam pelengkapnya. Banyak juga yang tidak memakainya. Padahal ini “irisan kenyal-kenyal” (tongcai), wuihh… enak banget rasanya, mungkin bisa diibaratkan bila makan bubur ayam tanpa tongcai seperti makan sayur tanpa garam.

Menurut Wikipedia Tongcai (dongcai) adalah sayuran khususnya terbuat dari lobak yang diasinkan. Biasa dijadikan pelengkap yang ditaburkan diatas mie atau bubur, berbentuk potongan kecil-kecil berwarna coklat. Lobak diiris tipis, lalu diberi garam dan disimpan beberapa lama.

Kini ditempatku yang baru, dipinggiran kota Bogor, banyak sekali orang yang berdagang bubur ayam. Ada yang keliling dengan gerobaknya, dan ada juga yang menyewa sebuah kios sebagai tempat bernaungnya dari panas dan hujan yang datang. Cuma sayangnya sampai saat ini belum ada tukang bubur ayam yang sama seperti tukang bubur ayam yang berkeliling di Jatinegara Timur 101 dulu, yaitu yang menyajikan tongcai sebagai pelengkapnya.
Ahh.. Tongcai, where are you now.. 😉

Sumber gambar: coffeeoriental.wordpress.com

Iklan

26 Comments

  1. Tongcai yang juara kalau menurut saya di bubur ayam barito. Ini bubur paling endes. Satu porsi bisa buat dua orang, harganya pun lumayan, klo belom naik 16K. Halah, jadi ngiler ke Barito beli bubur. Etapi hujan. 😐

  2. tulisannya ganti ya? rada lieur bacana **hapunten mas..

    ya tongcai sudah jarang yaa..padahal enak..

    dulu juga punya langganan bakwan malang di saint marry kyai maja, itu pake toncai jadi dibel belain beli kesitu eh sekarang uda ga jualan lagi…

    apa kita buat aja 😀

    • iya nih mb@wi3nd, lgi improv font, nyari2 yg pas.. default di theme ini hurufnya sbnrnya udah bagus, cma krn mata udah silindris 2 kiri-kanan, jdi maksudnya mo digedean, biar nyaman dimata.. lieur yah, nnti dimodif lagi deh..

      nahh.. btw klo di bogor, thu gag pangkalan bubur ayam yg ada tongcainya, pngen rasanya ngerasain.. he2x

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s