Terkenang Ibu

Belum ada setahun ibuku berpulang, ingatan-ingatan itu terus saja membekas didalam hatiku. Senyumnya saat aku datang ke rumahnya, rumah tua disudut kota Bogor sana, yang letaknya tak jauh dari aliran sungai Cisadane. Ibu ku juga selalu menyapaku saat pertama datang dengan pertanyaan, “Sudah makan belum?” Itu ibu ada lauk kesukaanmu, makanlah.”

Alm ibuku sama seperti diriku yang mudah sekali mengeluarkan airmata saat dihadapkan pada momen-momen yang mengharu biru seperti hari raya lebaran. Bahkan khusus ibuku di momen yang biasa pun, ibu ku mudah untuk ‘menangis’.

Aku ingat sekali momen saat aku dan ibuku menggunakan jasa kereta api KRL Jabotabek (sekarang Commuter Line). Waktu itu aku menemani ibuku mengambil uang pensiunnya ke Jakarta. Saat hendak masuk kedalam gerbong kereta, aku pertama naik duluan untuk mencarikan tempat duduk buat ibuku. Singkatnya.. alhamdulillah aku mendapatkan tempat duduk itu. Ibuku duduk tak jauh dengan posisiku berada.

Saat itu para penumpang yang baru naik, masih hiruk pikuk untuk mendapatkan tempat duduknya. Terlihatlah seorang ibu-ibu paruh baya yang juga sedang berusaha mencari tempat duduknya.

Ibuku karena melihat masih ada ruang kosong didepannya langsung memberi tahu si ibu paruh bayu untuk segera bergerak menuju tempat yang dimaksud. Sayangnya dia kalah cepat dengan seorang bapak yang menyerobot begitu saja tanpa sedikit pun ada rasa mau mengalah.

Momen didepan mata ibuku itu membuat raut wajah ibuku tiba-tiba saja mendadak diliputi kesedihan sesaat. Aku sempat memperhatikan bulir-bulir airmata pada wajah ibuku dan aku pun juga terbawa dengan perasaan yang mengharu itu.

Kini ibuku sudah tiada. Surga itu sudah tak ada lagi disana, di rumah tua yang dahulunya selalu ramai saat kami berkumpul. Tawa canda itu kini tersimpan menjadi kenangan kami.

Aku bertekad untuk selalu menjadi seseorang yang lebih baik lagi dengan cara menjalankan semua perintah agama Islam yang aku anut. Aku ingin melihat ibuku selalu tersenyum di alam sana, menyaksikan anak-anaknya tunduk patuh dari apa-apa yang telah diajarkannya dahulu..

Love you Mom… !

Video

Iklan