Mencapai Situ Pengasinan dengan Bersepeda

Hayoo… yang merasa sebagai orang Depok, sudah pernah belum menginjakkan kakinya di Situ Pengasinan? Jangan-jangan malah ada yang belum tahu lagi kalau di depok atau lebih tepatnya di Kelurahan Pengasinan yang masuk dalam Kecamatan Sawangan-Depok, ada sebuah situ (danau) yang sangat pas dijadikan sebagai alternatif destinasi liburan buat keluarga.

Sebenarnya di kawasan Depok sendiri, menurut informasi ada beberapa situ yang cukup bagus untuk dikunjungi terutama bagi mereka yang memang hobinya jalan-jalan sambil menikmati alamnya yang indah. Bagi penulis sendiri hanya mengetahui dua situ yang ada di kawasan Depok, yaitu Situ Pengasinan (yang baru saja dikunjungi pake sepeda hari Minggu kemarin) dan Situ … (maaf, namanya lupa) yang lokasinya ada di Kampus UI Depok.

Gowes bareng hari Minggu kemarin memang merupakan yang pertama kalinya bagi penulis merasakan bagaimana atmosfer disebuah tempat rekreasi keluarga yang bernama Situ Pengasinan.

Kami bertujuh dengan sepeda yang berbeda-beda corak dan warnanya, di Minggu pagi itu berangkat dengan rasa optimisme yang tinggi karena melihat disebelah timur sepertinya Matahari akan segera memberikan kehangatan sinar mentarinya, walau memang nampak disebelah baratnya cuaca agak berawan dan cenderung mendung.

Rencana awal kami untuk menjangkau spot yang diinginkan, yaitu kami akan memotong jalan yang berada tidak jauh dari Pasar Parung. Ini berdasarkan informasi kawan yang sudah pernah ke Situ Pengasinan dengan melalui rute ini. Jadi disini kami tidak perlu harus bersusah payah untuk melalui kawasan Sawangan karena didepan pasar Parung ada jalan memotong yang cukup untuk mempersingkat waktu tibanya di Situ Pengasinan.

Baru sekitar 7 kiloan kami menggowes, tiba-tiba cuaca berubah menjadi agak gelap. Mendung mulai menggelayuti dan nampaknya sebentar lagi butiran-butiran air hujan akan jatuh pula menyapa tubuh kami. Tidak ingin basah kuyup akibat guyuran air hujan, kami pun lalu mempercepat kayuhan agar minimal saat hujan menyapa, kami sudah berlindung didalam tempat yang cukup nyaman.

Benar saja, saat kami sudah tiba di Pasar Parung, hujan lalu turun dengan lebatnya. Nyaris gelap sekali. Melihat cuaca yang hujan di pagi itu, kami hanya bisa berteduh sambil menunggu redanya hujan yang sedang turun.

Foto-0020_e1sekitar jam setengah tujuh pagi, hujan lebat mengguyur daerah seputaran Parung. Beruntung kami tidak basah kuyup karena tiba pas ditempat berteduh yang memang kami inginkan.

Foto-0021_e1beberapa kawan penulis sedang berteduh diemperan toko yang berada tidak jauh dari Pasar Parung. Ada kawan yang tersenyum, ada pula yang tersenyum dipaksakan… “senyum dong, brader.. ! :mrgreen:

Foto-0002_e1Pucuk dicinta ulam pun tiba. Setelah berteduh agak lama, rupa-rupanya disudut lain dari emperan toko yang kami tidak ngeh sebelumnya, rupa-rupanya ada lapak tenda penjual bubur ayam. Tak ayal lalu kami pun langsung berhamburan menuju kesana. “Lapar coyy… ! 😯

Foto-0006_e1Ini dia semangkuk bubur ayam Cianjur (Rp7000/porsi) milik penulis. Bubur ayam yang disajikan dengan kecap manis yang banyak (selera penulis), trus buburnya didiamkan, tidak diaduk-aduk. Tak terbayangkan nikmatnya makan bubur ayam dikala hujan sehabis menggowes beberapa kilometer. 😉

Setelah sarapan bubur ayam yang tak direncanakan sebelumnya, kami pun lalu bergegas untuk kembali mengayuh sepeda kami masing-masing, apalagi saat itu hujan pun sudah mulai mereda. Wajah-wajah penuh senyum dan keriangan nampak terpancar dari kawan-kawan penulis karena ingin segera tiba dilokasi yang diinginkan bersama, yaitu Situ Pengasinan.

Kondisi jalan yang basah memaksa kami harus berhati-hati agar tidak tergelincir. Beruntungnya kendaraan besar sangat jarang di rute yang kami lalui ini, jadinya kami begitu nyaman dalam menggowes. Singkatnya, akhirnya kami pun sampai dilokasi yang diinginkan, yaitu Situ Pengasinan.

Foto-0015_e1jalan setapak yang melingkari Situ Pengasinan. Cukup aman karena sudah di conblock walau ada beberapa titik yang kondisi conblocknya sudah rusak sehingga membuat para pesepeda harus berhati-hati saat melintasinya. “meleng dikit, kecebur  lho.. ! 🙄

Foto-0011_e1Seperti inilah atmosfer Situ Pengasinan, didalamnya menyediakan fasilitas wisata air. Setelah mengayuh sepeda di jalan raya, saatnya kini mengayuh sepeda air. Hiks.. hiks… jadi inget ama anak 😦

Foto-0013_e1anda bisa menyewa “bebek-bebek-an” ini dengan ongkos “goceng” saja. anda bebas berkeliaran dengan waktu yang tentunya  dibatasi.

Begitulah cerita bersepeda penulis kali ini. Yang pastinya bersepeda memang mengasyikkan, selain untuk kesehatan, bersepeda juga dapat dijadikan alat untuk berekreasi menjangkau tempat-tempat wisata yang sebelumnya belum pernah kita kunjungi.

Ok.. adios amigos..  Salam gowes ! 😉

Iklan

17 Comments

    • iya benar, mumer (murah meriah)..

      agak susah jga sya menjelaskannya krn kemarin itu sya menggunakan sepeda untuk mencapai ke lokasi. tapi sejauh pengamatan sya tak nampak ada angkot yg melewati SP ini krn memang lokasinya agak tersembunyi.

      klo dr arah depok bs naik angkot yg ke arah Parung, lalu bs turun di Pengasinan-Sawangan atau bs jga turun di Pasar Parung lalu naik ojek ke SP.. namun yg pasti lokasi SP ini ada di Pengasinan-Sawangan, Depok.

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s