Remi Nobody’s Girl

Anime produksi Nippon Animation yang berjudul Remi Nobody’s Girl sepertinya menjadi anime series pertama yang saya tonton full 26 episode.

Anime series ‘Remi Nobody’s Girl’ dengan durasi per-episodenya sekitar 20 menitan merupakan satu dari beberapa judul anime lainnya dari Nippon animation yang masuk dalam kategori World Masterpiece Theatre, yakni cerita anime yang diangkat dari buku-buku cerita penulis terkenal. Dan untuk anime Remi Nobody’s Girl sendiri ceritanya merupakan adaptasi dari buku cerita yang berjudul Sans Famille karangan novelis Prancis, Hector Malot yang ditulisnya di tahun 1878.

Siapa saja yang mudah terharu dengan momen-momen yang menyentuh akan semakin dimanjakan keharuannya saat menonton anime ini. Ngga tanggung-tanggung lho.. tiap episode mata anda akan berkaca-kaca dengan alur cerita didalamnya.

Sinopsis

Seorang gadis kecil bernama Remi yang tinggal disebuah desa di Prancis Selatan, awalnya hidup bahagia bersama keluarganya (keluarga Baberin). Namun kepulangan ayahnya dari perantauan menjadikan kebahagiannya kini seakan hilang dalam seketika. Dari mulut ayahnya, Remi mengetahui bahwa dia bukanlah anak dari keluarga Barberin. Remi adalah seorang anak pungut. Dan lebih gilanya lagi, ayah angkatnya tersebut hendak menjual Remi kepada seseorang dengan dalih mengatasi kesulitan ekonomi keluarga Barberin.

Beruntung seorang Vitalis yang berprofesi sebagai ‘entartain jalanan’ dengan 3 ekor hewan setianya berhasil menyelamatkan Remi yang kemudian membawanya pergi dari desanya, berpetualang sekaligus mencari ibu kandung sebenarnya.

######

Tadinya anime ini diperuntukkan buat anak di rumah, namun mungkin karena videonya english sub, anak mulai bosan agaknya mendengarkan ‘terjemahan bebas’ dari ayahnya. 😆 Rupanya passing grade ayahnya untuk level menterjemahkan bahasa Inggris masih diragukan oleh anak-anaknya di rumah.

Buat yang pengen nonton, silahkeun transit di channel Youtubenya @Mark Kenneth de Jesus.

Iklan

3 Comments

  1. Ping balik: A Dog of Flanders (Anime) | capung2

    • Benar sekali, slhsatu yg menarik dr anime klasik Jepang yg masuk dlm World Masterpiece Theatre adalah mengambil latarnya sesuai dpn tempat sipenulis menceritakan kisahnya. Coba tengok anime Jepang klasik lainnya (yg msk dlm WMT) semisal ‘Heidi, Little Princess Sara, Anna of Green Gables maupun Story of Pollyana kesemuanya berlatar diluar Jepang.

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s