Janggut Putih Lelaki Tua (Edisi Umroh)

Janggutnya terlihat memutih disana-sini. Dia menggunakan kopiah yang senada dengan gamis berwarna kremnya. Sementara alas kakinya hanyalah sebuah sandal yang sekedar menghalangi tapak kakinya dari terpaan panas di aspal yang mulus itu.

Didekat laki-laki tua ini terdapat lapak kecil berupa makanan khas dari negri Tha’if. Ada aneka kacang-kacangan disana serta beberapa makanan khas lainnya seperti kurma dan lainnya. Aku memangg tak begitu memperhatikan semua dagangannya.

Yang menarik hatiku dari laki-laki tua ini adalah sapaan awalnya kepada jamaah yang baru turun dari mobil hendak melihat-lihat kota yang baru disinggahinya itu.

Halal.. halal.. !” Demikian ucapnya sambil mengulurkan wadah kecil yang didalamnya terdapat penganan primadonanya.

Aku masih memperhatikan lelaki tua itu dengan sapaan ramahnya. Beberapa jamaah terlihat mendekatinya dan mengambil penganan kue yang ditawarkan lelaki tua itu. Satu persatu.. hingga aku pun tak tahan juga untuk mencoba mencicipinya.

Penganan kue yang seperti kue onde-onde berbalut wijen yang menyelimutinya. Bila onde-onde berbentuk bola-bola kecil, yang ini berbentuk persegi ukuran mini seperti penganan biji ketapang.

Ada yang menarik hati ku dari lelaki tua ini. Walaupun banyak jamaah yang hanya sekedar mencicipi dagangannya, senyumnya tak pernah hilang. Tak nampak sedikit pun raut wajah yang murung dan kesal karena dagangannya belum ada yg membeli.

Tawakkal sekali nampaknya lelaki tua ini. Dia sepertinya tak khawatir cemilan halal yang ditawarkannya akan menghabiskan dagangannya, yang berarti hanya rugi yang ia dapat. Dia sangat yakin Rabb lah yang nantinya akan mengganti semuanya.

Aku masih mengamati lelaki tua itu.. senyumnya masih mengembang disana dengan sapaan yang masih sama pula. Kini rombongan bis yang baru, datang dan mendekati tak jauh dari bis ku berada. Beberapa jamaah terlihat turun dan mendekati lapak dagangan lelaki tua itu. Banyak yang membeli disana.. di lapak lelaki tua itu.

Aku tersenyum dari dalam bus melihat keramaian di lapak lelaki tua itu. Nampak disana senyum keikhlasan dan wajah penuh ketawadhuan dari lelaki tua itu membekas di hati ku sepanjang jalan..

******

(Disepanjang jalan menurun dari Tha’if menuju Mekkah) 🙏🙏👌

Baca edisi umroh 1

2 Comments

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s