CR7

CR7 begitulah nama yang melekat kuat pada diri sosok bintang lapangan hijau asal Portugal, Christiano Ronaldo. Sosok yang bagi sebagian orang yang membencinya dinilai sebagai pemain yang sombong dan arogan. Entah darimana orang menilai CR7 seperti itu. Penilaian itu tentunya keluar dari mulut-mulut busuk yang menggilai sepakbola secara membabi buta. Baginya (orang-orang yang membenci CR7) sehebat apa pun pemain tersebut, kalau bukan dari klub yang diidolakannya adalah pemain jelek, kampungan dan pemain yang biasa-biasa saja. Sungguh penilaian yang keliru menurut saya.

Saya memang mengidolakan pemain-pemain hebat dilapangan hijau macam Lionel Messi, Frank Ribbery, Robin van Persie maupun CR7 itu sendiri. Khusus CR7, selain mengidolakan gaya permainannya, saya juga sangat mengagumi sisi humanisme dari pemain yang rambutnya selalu nampak rapih ini.

Tentu kita masih ingat dengan CR7 tatkala dia memberikan kebahagiaan kepada Martunis, seorang bocah asal Aceh yang selamat dari terjangan tsunami tahun 2004 silam. Martunis yang saat itu terombang-ambing di lautan selama 21 hari berhasil diselamatkan oleh nelayan dengan kaos timnas Portugal yang melekat dibadannya ketika itu.

Hal itulah yang membuat hati CR7 beserta pemain-pemain timnas Portugal lainnya tergerak untuk membantu Martunis serta rakyat Aceh secara keseluruhan.

Jiwa sosial dari seorang CR7 atau Christiano Ronaldo tidak hanya itu saja. CR7 juga sering mendonasikan sebagian penghasilannya sebagai pesepakbola kepada anak-anak Palestina yang menjadi korban dari zionis Israel. Malahan pada tahun 2012, CR7 melelan sepatu emasnya yang bernilai 1.5 juta Euro buat anak-anak Gaza – Palestina. Sungguh sikap yang patut diapresiasi oleh kita semua. Ternyata dibalik “keangkuhannya” dilapangan hijau, CR7 rupanya mempunyai hati yang mulia.

Buah dari sikap kedermawanannya terhadap orang-orang yang menderita akhirnya membuahkan manis pada akhirnya (walaupun ini sebenarnya bukanlah penilaian FIFA). Trofi Ballon D’or atau gelar pemain terbaik dunia berhasil diraihnya dengan mengalahkan pesaing kuatnya, Lionel Messi yang dalam tiga edisi sebelumnya selalu mengalahkannya. Hal yang kemudian membuat CR7 begitu emosional pada saat menerima trofi hingga matanya berkaca-kaca menahan keharuan yang begitu mendalam…

Congratulations CR7 ! 😉

Iklan

9 Comments

  1. jos tenan iki, sosialnya tinggi.
    Inget pas laga main Israel, dia bilang saya sedang di tanah Palestine bukan Israel. Dia menolak tukar jersey dengan pemain dan memberi dukungan untuk rakyat Palestine.
    Kabarnya dia hafal Al-Fatihah dan mempelajari artinya.

    CR7 Anda layak menjadi yg terbaik.

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s