Perokok


Bapak yang berada didepan sana sekarang seperti merasa malu bila berpapasan dengan ku, terutama bila langkah kaki ku hendak menuju mesjid diujung jalan yang jaraknya hanya sekitar ratusan meter saja. Awalnya saat berpapasan dia duduk-duduk saja didepan warung tetangga sambil menikmati rokok ditangannya hingga sampai aku balik lagi dari masjid. Namun kini sudah berubah polanya, dimana batang hidungnya sudah tak nampak lagi di warung itu, saat sekembalinya aku dari mesjid.


Aku tak tahu kenapa bapak didepan ku belum bisa terlepas dari mengkonsumsi rokok, padahal dia sering mengeluh akan tubuhnya yang sakit terutama pada pernafasannya yang terkadang suka sesak. Alasan klisenya yang acap keluar dari mulutnya, “Saya ngga bisa kalau sehabis makan ngga merokok, lidah kayak asem dan pahit rasanya.”


Jadi teringat dengan alm ayahku yang dahulunya merupakan perokok berat dimana rokok dan segelas kopi hitam adalah peneman setianya saat menyelesaikan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah. Namun patut bersyukur jejak pecandu rokok dari orangtua, sama sekali tidak tertular kepada kami anak-anaknya. Kami benar-benar ‘steril’ dari asap dupa itu dari masa sekolah hingga aku kini berkeluarga.


Ayahku sendiri waktu itu meninggal dalam usia muda akibat serangan jantung. Saat meninggalnya itu kami seperti bermimpi karena ayahku paginya masih sempat mengajar hingga sore harinya. Barulah pada malam harinya, mimpi buruk itu menjadi tangisan buat kami semua terutama sekali ibu ku.


Aku tak pernah menghubungkan kebiasaan buruk ayahku dengan penyakit jantung yang menyerangnya karena aku sendiri tak begitu mengerti saat itu. Namun setidaknya aku belajar dari ini semua bahwa rokok memang membahayakan. Tidak hanya buat si pengkonsumsi saja, namun juga buat orang-orang yang terpapar akibat asap rokoknya. Bukankah didalam Alquran dijelaskan bagaimana kita dilarang membinasakan diri sendiri. Namun lewat sebatang “surga” itulah justru kita mendekatkan diri kita kepada kebinasaan.. secara perlahan demi perlahan.

****

Gambar