Cerita dikala Pagi

Mentari begitu indahnya pagi ini. Langit biru sebiru-birunya. Awan putih yang bagaikan kapas-kapas beterbangan belum nampak di pagi yang sebetulnya cukup dingin ini. Sepertinya langit akan cerah. Secerah hati anak-anak di planet biru yang sdg asyik bermain sepeda diujung jalan sana.

Aku masih bersama anak ajaib ku, mengitari putaran demi putaran jalanan kampung yang semakin riuh rendah dikala pagi dengan segala halnya. Diujung sana, ibu pedagang sayur sudah mulai ramai dengan beberapa ibu pembeli yang saling menebar senyum dengan pembeli lainnya. Sementara diujung sana, seorang ibu, juga dengan senyumnya sedang menyuapi buahhati tercintanya dengan sepenuh hatinya.

Tiba-tiba mata ku tertuju pada pemuda itu. Pemuda yg sudah menjadi seorang ayah yang tempo hari terlihat melayu tanpa daya, ‘bagaikan kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati pun tak mau’, pagi ini dia terlihat sedang beraktifitas didepan rumahnya.

Syukurlah.. !” fikir ku. Semangat hidup itu masih terlihat ada padanya. Walau sekedar aktifitas ringan, bukankah sesuatu perubahan yang besar harus dimulai dari hal yang kecil dahulu.

Semangat bro.. 💪💪👌

Video

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s