Warung Kopi

Entah kebetulan atau tidak, bila saat saya masuk ke sebuah warung kopi, ingatan saya selalu kembali ke masa lalu.

Bukan hal yang aneh memang jika hampir sebagian besar warung kopi khususnya yang berada diseputaran Jakarta biasanya selalu memperdengarkan lagu-lagu dangdut jadul (biasanya sih lagu-lagu dari Bang Haji Rhoma :lol:) dan salah satu lagu yang legend banget dari Bang Haji yang sering diputar di warung kopi adalah “Anny(sengaja tulisan Anny-nya agak berbau bule pelafalannya karena settingan tokoh Anny-nya adalah seorang indo blasteran… hehe :mrgreen:)

Bila saya mendengarkan lagu Anny selalu saja bayangan yang berbau jadul melintas begitu saja didalam memori saya. Dari alat transportasi semisal bus tingkat (ayoo.. siapa yang masih ingat kalau di Jakarta dulu pernah ada bus tingkat seperti di negara-negara Eropa sana), bus PPD Mayasari Bakti (sekarang masih ada walau sudah berkurang jumlahnya dan dalemannya juga lebih bagus dari yang dulu), ataupun media hiburan semisal layar tancep yang dulunya identik dengan film-film dari Soneta Grup alias film-film Rhoma).

Menyinggung tentang bus tingkat, ada sebuah pengalaman yang masih saya ingat sampai sekarang dimana tas ransel yang biasa saya letakkan dipunggung belakang ternyata telah digeledah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tanpa saya sadari. Untungnya didalam tas hanya ada buku-buku serta perlengkapan sekolah lainnya. Bus tingkat yang biasanya saya tumpangi saat itu adalah yang mengambil trayek Pasar Baru – Pondok Kopi yang berkode U-30.

Kembali lagi ke warung kopi, biasanya selain kopi yang menjadi primadona jualannya, ada juga beberapa cemilan ringan lainnya seperti gorengan, telur setengah matang, bubur kacang ijo, dan mie rebus yang pastinya tak ketinggalan.

Warung kopi eksistensinya sebenarnya bisa dijadikan sebagai kontrol sosial terhadap dinamika yang terjadi didalam masyarakat. Sebab bukan rahasia lagi kalau warung kopi (terutama yang letaknya berdekatan dengan sekolah) dijadikan base-camp oleh para pelajar buat kongkow-kongkow sekaligus mematangkan rencana untuk hal-hal yang bersifat negatif). Tak jarang lewat tempat seperti inilah (warung kopi) para remaja sekolah menaruh atau lebih tepatnya menitipkan benda-benta tajam yang nantinya akan dipergunakan oleh mereka untuk tawuran.

Disinilah kontrol sosial untuk mencegah dampak buruk  (baca : tawuran pelajar) sehingga bisa dieliminir oleh para juragan warung kopi untuk melaporkan ke pihak yang berwajib pelajar-pelajar yang memang punya niatan buruk untuk mencederai kawan pelajar lainnya lewat senjata tajam yang mereka titipkan sebelumnya.

Ahh…warung kopi, sayang…. yang punyanya sepertinya pecinta lagu-lagu Bang Haji Rhoma. Kalau saya yang punya bisa-bisa saban hari, saya setelin lagu-lagunya Katon Bagaskara kayaknya…. :mrgreen:

Iklan

20 Comments

  1. Wahaha.. bus tingkat, dulu pas maen ke Jakarta kayaknya sempat nyobain deh. Tapi waktu masih kecil banget, jadi ya lupa lupa ingat.

    Dan kalo ngomongin warung kopi, saya jadi teringat Malang. Dulu pas masih kuliah disana, nongkrong di warung kopi sudah jadi jadwal rutin tiap hari, dan gak jarang sampai jam 2 malam baru balik ke kos. Luar biasa.

  2. Hihihi bus tingkat dulu banyak copetnya, saking seringnya naik bus tingkat sampe hapal yg mana penumpang yg mana copet, bahkan sering banget saya ngeliat copet lgi gerayangin tas penumpang.

    Hihi pernah saya merasa kasian ngeliat copet yg gak berhasil nyopet karena si korban keburu sadar tasnya di gerayangi terus dia usaha lgi nyopet yg lain gak berhasil juga malah ketauan akhirnya si copet buru2 turun. Yang buat saya kasian saya ngeliat usaha nyopetnya gigih banget hah

  3. inget banget ama bus tingkat ini,pas naek bingung cari sopirnya dimana, aku paling suka duduk diatas,jadi bisa liat2 luas 🙂

    sayangnya uda ga ada ya,kangen juga dengan bus tingkat ini 😀

    warung kopi dan bang haji satu paket ya? ditempat aku ga nyetel lagu apa2 jadi aja sepi lagu tp rame pengunjung, aku paling suka beli indomienya enak 😀

    • Iya benar.. sya juga dulu sukanya naik yang diatas trus cari dudukan yang paling depan mb Wi3nd..

      Sekarang mmg sdh tak ada tapi belakangan pernah ada wacana mo diadakan lagi bus tingkat di Jakarta.

      Warung kopi mmg identik dgn lagu-lagu lama yg hits tapi tergantung juga siempunya warung.

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s