Pengalaman Naik Motor Matic

Seperti apa rasanya pengalaman anda saat untuk pertama kalinya harus mengendarai motor matic di jalan raya? Adakah momen-momen mengenaskan, lucu serta menggelikan atau malah justru mengharu biru ketika tanpa disengaja berpapasan dengan pasangan anda yang sudah lebih dulu bisa mengendarainya?

Pengalamanku sendiri cukup terbilang dramatis (malunya) saat pertama kali naik motor matic ini. Ceritanya begini, pagi itu motor jadul ku tidak bisa beroperasi karena mengalami pecah ban. Beruntung tetangga ku yang letaknya tak begitu jauh dengan rumah ku, membuka jasa penambalan ban.

Menambal ban motor tentunya cukup memakan waktu barang beberapa menit, sementara pagi itu istri ku harus mengejar kereta paginya agar tidak ketinggalan hingga nanti tiba di kantor sesuai pada waktunya.

Tetanggaku ini rupanya membaca gelagatku, lalu dia berkata,” Bro.. naik motor itu aja dulu, pagi ini tuh motor nganggur kok.. !”

Ane belum pernah nyoba naik motor model gini (matic maksudnya),” timpalku

Udah naik aja sekarang.. tinggal mainin gas aja kok.. pasti bisa !” tantang tetanggaku.

Aku dan istri ku akhirnya menaiki motor matic tersebut. Sebelum berangkat, istri ku menanyakan lagi, “Beneran bisa kan bang ?!”

Beres.. tenang aja.. aku kan dulu pernah satu lap ama Norifumi Abe,” candaku. 😎

Dimulailah drama di pagi hari itu. Jarak tempuh Parung – St Serpong sekitar 25 km (idem jaraknya dengan Parung – Bogor kota), berarti bila normal, dalam setengah jam inshaAlloh sudah tiba di St Serpong.

****

Enak banget ya bawa motor matic.. kayak bawa mobil Volvo. Halus banget mesinnya seperti ada peredamnya,” candaku

Aku tergoda juga untuk memainkan gas lebih dalam lagi sehingga speed pun semakin kencang disaat itu. Beruntung istriku selalu mengingatkan untuk tidak jumawa dengan motor matic ini.

Alhamdulillah berangkat lancar, tak ada kendala sama sekali. Istriku pun masih dapat menaiki kereta paginya.

Sepulangnya dari pengantaran, ini momen yang menggelikan sekaligus lucu rasanya. Aku mampir ke sebuah pom bensin untuk mengganti pemakaian bensin yang sudah kupakai saat berangkat tadi. Motor matic kumatikan lalu petugas pom mengisi beberapa liter bensin kedalam tangki motor matic kawanku.

Saat usai mengisi bensin. Tibalah untuk menghidupkan motor matic ini. Aku kebingungan dan merasa takut saat meng- on– kannya, takut nih motor loncat begitu saja, soalnya tadi pagi saat tetanggaku memberikan motor matic sudah dalam keadaan menyala alias aku tinggal ngegas saja. Aku tak tahu bagaimana cara pengoperasian diawal-awalnya.

Kalau nurutin gengsi, ngga akan jalan nih motor matic,” fikirku saat itu.

Lalu dengan gesture tubuh layaknya abdi dalem kraton, aku memberanikan diri bertanya kepada orang yang baru saja usai mengisi bensin dibelakangku.

Maaf bang.. nih motor matic nyalainnya gimana ya awalnya?” tanyaku sambil tersipu malu. 😁

Setelah gerakan tangan sekejap pada tombol starter yang berbarengan dengan menekan tuas rem pada sisi kanan motor, akhirnya motor matic itu pun kembali menyala.

Tengkyuh ya bang.. ngomong-ngomong jangan ketawa dong.. !” 🤓🤓

#tulisan saat masih tinggal di Parung

Iklan