Bersepeda saat diturunan

image

Bersepeda saat diturunan itu sangat mengasyikkan lho.. terlebih jalan menurun yang kita lalui tersebut merupakan jalan hotmix yang mulus. Rasa-rasanya gowes saat seperti itu seakan tak mau kalah dengan kendaraan lain yang lebih superior diatasnya macam motor/mobil.

Basahan keringat ketika menanjak kemudian disapa dengan hembusan angin saat melahap jalan yang menurun adalah sensasi yang tersendiri. Kesejukan laksana tubuh yang diberi uap air conditioner seakan membuat diri ini melayang jauh karena adanya gravitasi yang menariknya.

Dahulu sewaktu masih tinggal di kota Bogor, salahsatu rute favorit saya adalah bundaran Kebun Raya Bogor, Baranangsiang dan terus melaju menuju perempatan Ciawi untuk kemudian memutar kembali menuju pulangnya.

Pada seputaran Kebun Raya Bogor dan Istana Presiden bolehlah masih tebar pesona dengan senyum yang acapkali menghiasi wajah kita. Namun masuk jalan Tajur menuju Ciawi perlahan mulai pasti, senyuman itu mulai tersapu oleh helaan nafas yang turun naik akibat jalan yang mulai menanjak. Kalau saya mau bilang mah, tanjakannya manja, dimana jalan itu nampak landai tapi sesungguhnya adalah tanjakan yang memanjang.

Ibarat pepatah, “bersakit-sakit dahulu udahannya memang assoy, itulah yang akhirnya dirasakan saat tibanya diperempatan Ciawi lalu kemudian melahap jalan pulang yang menurun hingga ujung bundaran Tugu Kujang Bogor (depan IPB lama).

Saat arah pulang dengan jalan yang menurun, hanya kefokusan kita terhadap jalan yang dituntut. Sementara kayuhan itu sendiri hanyalah sesekali saja. Namun mengingat yang gowesnya masihlah amatir tentunya tidak berani terlalu ‘ngeloss’ rem layaknya para pegowes profesional seperti dalam video dibawah ini:

Gimana videonya? Dahsyat ya.. itulah label pebalap sepeda profesional kalau sudah unjuk kebolehannya di jalan yang menurun. Sttsss.. jangan ditiru walaupun anda didampingi oleh mentor sekalipun. :mrgreen:

Sumber: Leo Bagtia (Youtube)

Iklan

15 Comments

  1. Widih jd ngeri skrg spedaan jalan turunan. Trauma. Dlu pernah jalur 17 km naikannya 1900 m. Turun malah aku kayuh terus tiba2 ada org bawa motor ditengah jalan, bruuaak, nabrak kecepatan 50 km/jam, shock depanku patah. Aku pikir2 dlu kok ga ada takutnya ya haha ugal2an masa kecil.
    Hm di jabar bnyak trek pegunungan yg asyik dijajal kayaknya mas ya..

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s