Dulu ‘Gibol’.. Sekarang??

image

Dulu saya ‘gibol‘ (gila bola) memang. Setiap ada live sepakbola terutama sekali Liga Champions, Piala Eropa maupun Piala Dunia biasanya saya tak pernah ketinggalan menyaksikannya dilayar kaca. Tentu tidak semua pertandingan tersebut saya lahap, hanya yang kebetulan tim-tim favorit saya saja yang saya tonton. Namun celakanya banyak juga tim-tim favorit saya yang setidaknya berimbas pada jumlah tayangan live yang saya tonton.

Ada yang unik dari tim-tim favorit saya lho.. karena tim favorit saya, tidak hanya bersifat sebagai tim pemenang/juara tapi juga bersifat sebagai tim pecundang/kalah. Untuk yang terakhir ini contohnya: tim Brazil harus kalah dengan siapa pun lawannya, begitu pula dengan klub Barcelona, MU, maupun Liverpool 😆 Untuk tim favorit menang contohnya: tim Jerman, Inggris, Prancis, Turki sedang klubnya adalah Bayern Muenchen, Chelsea ataupun Real Madrid 🙂

Jaman masih gibol, dimana ada tim/klub yang tertera diatas bermain selalu saja membuat saya “galau ngga jelas“. Selalu saja ada ungkapan didalam hati kalau tim yang sedang saya tonton itu harus menderita kekalahan/mendapatkan kemenangan dari lawannya.

Status gibol saya, slowly but sure sekarang sudah mulai berkurang. Saya tidak pernah lagi ‘bela-belain‘ bangun tengah malam hanya untuk sekedar menonton sepakbola. Malu rasanya dengan Rabb Sang Pemilik Alam ini. Disaat orang-orang pendosa merenung, meminta, memohon dengan linangan airmata kepada Rabb-Nya ditengah keheningan malam namun saya seperti orang yang dilalaikan, seakan lupa dengan Sang Pencipta.

Say goodbye untuk sepakbola tengah malam. Cukuplah saya tonton live sepakbola yang jam tayangnya memang ideal untuk ditonton. Selama masih ada berita olahraga, selama masih ada ‘siaran tunda’ lewat Youtube, tontonan sepakbola masih bisa kita nikmati. Bukan begitu kawan?! 😉

Iklan

11 Comments

  1. Persis kayak istri. Dia penggemar Bayern Muenchen dan Jerman. Sampai punya nyari foto yang bertandatangan pemain klub. bela-belain beli dari ebay. Setelah nikah dan udah punya anak. Sudah berangsur-angsur mereda. Cukup hanya baca berita di koran.

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s